Unduh Aplikasi

Dicatut Ikut Demo PT Delima Makmur, Walhi Minta Koordinator Minta Maaf

Dicatut Ikut Demo PT Delima Makmur, Walhi Minta Koordinator Minta Maaf
Foto: Net

ACEH SINGKIL - Nama lembaga Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Aceh dicatut sebagai salah satu elemen sipil yang akan ikut dalam aksi demontrasi oleh sejumlah kelompok tani di Kabupaten Aceh Singkil terkait sengketa lahan dengan PT. Delima Makmur. Atas pencatutan itu, Walhi pun membatah ikut serta dalam Aksi.

Walhi bahkan mewajibkan koordinator aksi atau pihak yang bertanggungjawab dalam pencatutan nama sebagaimana diberitakan sebuah media online untuk melakukan klarifikasi di media yang sama serta meminta maaf atas pencatutan nama Walhi dalam aksi tersebut.

"Perlu klarifikasi terkait keterlibatan Walhi Aceh dalam aksi ini, Walhi Aceh tidak pernah diajak atau di konfirmasi atau dimintai pendapat terkait aksi ini. Dan Walhi Aceh tidak tahu terkait rencana aksi," kata M.Nasir Kepala Divisi Advokasi Walhi Aceh, Selasa (31/10).

M. Nasir membenarkan jika Walhi Aceh ikut terlibat dalam advokasi PT. Delima Makmur. Namun advokasi yang dilakukan oleh Walhi dalam konteks yang berbeda, yaitu terkait dugaan pelanggaran hukum dalam penerbitan izin lingkungan, bukan terkait sengeketa lahan.

"Walhi Aceh tidak bertanggung jawab atas segala dampak hukum yang akan terjadi dari aksi itu," ujar M Nasir.

Baca: Pansus DPRK Singkil Jadwalkan Ulang Pemanggilan Kadis Lingkungan Hidup

Sementara itu, Safarudin Tanjung, Koordinator Aksi Tani Bergerak yang dikonfirmasi ihwal keberatan Walhi atas pencatutan nama lembaga tersebut mengaku sudah berkomunikasi dengan walhi dan membuat janji betemu di Banda Aceh namun urung terlaksana.

"Saya sudah ada berkomunikasi meminta dukungan, memang belum secara detail, kami janji ketemu Jumat kemarin tapi tidak jadi, terus ada paripurna di DPRK, pas hari Senin rencana ke Banda tapi dipanggil ke Polres, sehingga belum ketemu langsung," kata Safar.

Safarudin mengatakan, saat ini sudah ada tim yang kirim ke Banda Aceh untuk bertemu Walhi. Jika dalam pertemuan itu Walhi menyatakan mereka fokus pada advokasi izin lingkungan PT.Delima Makmurnya, maka pihaknya akan mengklarifikasi ulang di media tentang keterlibatan Walhi pada aksi demontrasi yang akan digelar, Rabu (1/11) besok.

"Seandainya pertemuan nanti Walhi mengatakan mereka fokus soal izin lingkunganya, maka kami siap mengklarifikasi ulang kepada media, sebagaimana permintaan Walhi" ujarnya.

Sementara itu, unjuk rasa Tani bergerak yang akan digelar, Rabu (1/11) akan menuntut pemerintah daerah memfasilitasi sengketa masyarakat dengan pola Koperasi Kredit Primer Anggota (KKPA) lahan SK III PT. Delima Makmur, meminta pemerintah daerah melakukan tuntutan kepada PT.Delima Makmur diduga melakukan tindakan yang merugikan negara sebagaimana rekomendasi pansus DPRK.

"Kami juga menuntut pencabutan ijin lingkungan dan pemerintah mengeluarkan rekom pencabutan lisensi kebun SK I, SK II dan SK IV PT. Delima Makmur, dan meminta DPRK dan aparat kepolisian mengusut secara hukum sebagaimana rekomendasi pansus," tegasnya.

Komentar

Loading...