Unduh Aplikasi

Dibubarkan Polisi, Pengunjung Kocar-kacir Keluar dari Suzuya Mall di Lhokseumawe

Dibubarkan Polisi, Pengunjung Kocar-kacir Keluar dari Suzuya Mall di Lhokseumawe
Suasana di depan Mall Suzuya Lhokseumawe. Foto: Rahmad

LHOKSEUMAWE - Pengunjung Suzuya Mall di Pusat Kota Lhokseumawe kocar-kacir keluar saat petugas Kepolisian Polres Lhokseumawe membubarkan paksa pengunjung di tempat perbelanjaan yang baru dibuka tersebut.

Sejumlah petugas Unit Reaksi Cepat (URC) Satuan Sabhara Polres Lhokseumawe, memilih masuk ke mall tersebut dan meminta pengunjung agar segera meninggalkan lokasi itu.

Masyarakat yang ada di dalam Mall itu terlihat bergegas keluar dengan sejumlah barang jinjingan di tangan. Mereka langsung menuju tempat parkir mengambil kendaraan dan meninggalkan lokasi tersebut.

Sementara, pengunjung yang terlihat baru datang hendak berbelanja ditahan oleh petugas keamanan agar tidak memasuki lokasi perbelanjaan tersebut. Kemacetan sempat terjadi sesaat saat petugas meminta pengunjung tersebut meninggalkan areal.

“Kami imbau kepada seluruh pengunjung masyarakat khususnya yang ada di Suzuya Mall agar segera meninggalkan pusat keramaian,” kata salah seorang petugas kepolisian saat mengimbau menggunakan pengeras suara.

Baca: Polisi Bubarkan Pengunjung Suzuya Mall di Lhokseumawe

Bahkan, petugas juga menegur anak-anak pelajar yang masih berkeliaran agar segera pulang ke rumah, serta tidak berkeliaran di pusat keramaian.

Pantauan AJNN, Suzuya Lhokseumawe, pagi tadi melaksanakan grand opening, dan pengunjung mall yang baru dibuka tersebut membludak hingga malam hari. Selain membubarkan pengunjung mall, petugas yang dibantu oleh TNI juga membubarkan pengunjung di kafe-kafe

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kabag Ops, Kompol Adi Sofyan mengatakan, pembubaran tersebut dikarenakan tidak dibenarkan untuk beramai-ramai. Padahal pihaknya sudah menyampaikan kepada pemilik suzuya jangan di buka dulu supaya masyarakat jangan berkunjung.

“Karena tidak menutup kemungkinan kalau kami tidak cepat bergerak, ada masyarakat yang tidak senang menghancurkan kegiatan ini,” katanya kepada sejumlah awak media disela-sela pembubaran, Jumat (27/3).

Komentar

Loading...