Unduh Aplikasi

Dibawa Kabur Pacar, Gadis di Bawah Umur Asal Pijay Berulang Kali Disetubuhi

Dibawa Kabur Pacar, Gadis di Bawah Umur Asal Pijay Berulang Kali Disetubuhi
K, yang merupakan kekasih korban saat dimasukkan ke penjara oleh personil Polsek Meureudu. Foto: Dok Polsek Meureudu

PIDIE JAYA - Hubungan asmara yang dijalani remaja berinisial K (19), asal Kecamatan Trienggadeng berbuntut panjang, K harus berurusan dengan kepolisian karena membawa lari kekasihnya yang masih di bawah umur. 

Kapolres Pidie, AKBP Andi Nugraha Setiawan Siregar SIK melalui Kapolsek Meureudu, AKP Aditia Kusuma kepada AJNN, Senin (20/5) mengatakan, K membawa lari perempuan yang masih berusia 15 tahun sebut saja namanya Bunga, warga Kecamatan Meureudu. 

K telah membawa kabur Bunga dari rumah orang tuanya lebih dari satu bulan, atau tepatnya dari hari Rabu, 3 April 2019. Orang tua Bunga yang tidak terima dengan perbuatan K, lantas melaporkan ke Polsek Meureudu pada Sabtu, 18 Mei 2019 sekitar pukul 23.00 WIB. 

"K ditangkap oleh aparatur desa bersama personil Polsek di lapangan bola kaki Kota Meureudu, diamankan sementara di meunasah, selanjutnya pada hari Minggu (19/5) pukul 01.00 Wib, K dibawa ke Mapolsek Meureudu untuk diproses lebih lanjut," kata Kapolsek Meureudu. 

Dari keterangan tersangka, lanjut AKP Aditia, K menjemput Bunga di kediaman orang tuanya pada, Rabu, 3 April 2019 sekitar pukul 15:00 WIB, ibu Bunga yang sedang fokus memasak di dapur tidak sadar buah hatinya lari meninggalkan rumah bersama K.

Masih dari pengakuan tersangka, K dengan mengunakan sepeda motornya menuju ke Kemukiman Cubo, Kecamatan Bandar Baru, kabupaten setempat. 

Di salah satu rumah warga disana (Kemukiman Cubo), K bersama Bunga menginap selama tiga hari, setelah itu K membawa Bunga ke Desa Titi Putih, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dengan menumpang bus umum. 

"Selama menginap di Sumut lebih kurang satu bulan, K bersama korban telah melakukan hubungan badan lebih kurang 10 kali," jelas AKP Aditia mengutip pernyataan K. 

Selain melakukan hubungan terlarang, Bunga juga gagal mengikuti Ujian Nasional di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) dalam Kecamatan Meureudu yang diselenggarakan pada tanggal 22 hingga 26 April 2019 lalu. 

"Korban (si perempuan) ditelantarkan tersangka di Sumut karena tersangka tidak ada uang. Akhirnya orang tua korban mengirim uang melalui sopir mobil angkutan umum untuk menjemput anaknya. Tidak jera, selang beberapa hari setelah korban pulang ke Meureudu, tepatnya pada Sabtu, 8 Mei 2019, tersangka dan korban bertemu kembali di lapangan bola Meureudu," terangnya. 

Kapolsek Meureudu menambahkan, terpenuhinya unsur perbuatan pidana membawa lari perempuan yang belum dewasa tanpa dikehendaki orang tua atau walinya. K dibidik dengan pasal 332 KUHP dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara. 

"Untuk barang bukti, polisi mengamankan satu unit sepeda motor yang dipakai tersangka saat menjemput korban, ijazah tersangka dan juga akte kelahiran korban," jelasnya.

iPustakaAceh

Komentar

Loading...