Unduh Aplikasi

Dibangun 2008, Balai Benih Induk Holtikultura Hingga Kini Terbengkalai

Dibangun 2008, Balai Benih Induk Holtikultura Hingga Kini Terbengkalai
Kondisi BBIH di Bener Meriah terbengkalai dan ditumbuhi semak belukar. Foto: Arsadi Laksamana

BENER MERIAH - Balai Benih Induk Holtikultura (BBIH) di bawah naungan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Bener Meriah di Kampung Sepeden, Kecamatan Permata, terbengkalai dan tidak terawat, Senin, (26/1 2/2016).

Green House yang seharusnya menjadi tempat pembibitan kini ditumbuhi rumput liar. Padahal keberadaan BBI ini diharapkan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan produk hortikultura baik segi hasil, maupun mutunya dengan kualitas bibit yang dikembangkan masyarakat. Dengan tersedianya balai benih diharapkan akan menjamin tersedianya bibit- bibit hortikultura yang unggul dan berkualitas.

Mewakili Petani Permata, Ikbal Sulaiman menyesalkan tidak berfungsinya BBI itu. Dirinya berharap BBI ini segera difungsikan agar Kabupaten Bener Meriah ini bisa menyediakan bibit kentang untuk petani kentang.

Hal senada juga diungkapkan Abdul Latif salah satu perwakilan pemuda Kecamatan Permata, ia sangat menyayangkan BBI yang telah berpuluhan tahun dibangun namun belum berfungsi, padahal jika difungsikan BBI ini bisa menunjang perekonomian masyarakat petani, karena dengan adanya penangkaran bibit pasti masyarakat tidak menanam bibit sembarangan yang hasilnya tidak memuaskan.

"Bahkan tidak menutup kemungkinan bila difungsikan BBI bisa merekrut masyarakat yang berpotensi di bidang pertanian untuk bekerjasama menangkarkan bibit disini, dan juga bisa menjadi program mengurangi pengangguran,” jelas Abdul Latif.

Pelaksana tugas (Plt) Unit Pengelola Teknis Dinas (UPTD) BBI Kecamatan Permata, Rahmi saat dikonfirmasi mengatakan, sejak dirinya dilantik kegiatan BBI itu tidak pernah ada, karena anggaranya tidak ada.

"Petugas yang menjaga pun saya suruh masyarakat disana, yang terkadang kami gaji per hari dan menjaga rumah dinas di malam hari, itu semua karena tidak ada anggaran untuk menempatkan petugas penjaganya,” kata Rahmi.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluh Pertanian ( BPP ) Kecamatan Permata Jailani, SP mengaku kalau selama ini tidak pernah dikembangkan atau ditangkarkan bibit apapun di BBI tersebut.

"Yang ada hanya bibit pengkalengan artinya bibit yang datang dari luar terus dibagikan kepada kelompok masyarakat," ungkap Jailani.

Komentar

Loading...