Unduh Aplikasi

INTERMESO

Diam-diam, Malam-malam

Diam-diam, Malam-malam
Ilustrasi: wallpaperflare

BANG Awee menganggap apa yang terjadi saat ini adalah pembalasan dari partai politik yang selama ini jadi bulan-bulanan Komisi Pemberantasan Korupsi. Setidaknya KPK sebelum revisi Undang-Undang KPK. 

“Coba kau lihat, semua aturan yang dibuat ini benar-benar jadi surga bagi investasi untuk menguasai pertambangan. Sebelum KPK periode ini, isu pertambangan jadi sasaran karena memang terlalu banyak merugikan negara,” kata Bang Awee saat kami duduk menikmati sanger espresso panas, kemarin malam.

Sebelum merajalela seperti saat ini, kata Bang Awee, para pengusaha yang sebagian besar pemilik saham di partai politik, berupaya melemahkan KPK. Dari dalam dan dari luar.

Dari dalam adalah saat terungkap kasus pelanggaran etik pegawai KPK. Sayang, saat hendak ditindak, lembaga asalnya si pegawai ke lembaga asal dan memberikan promosi alih-alih memberikan kesempatan kepada KPK untuk mengusut dan menuntaskan pelanggaran itu. 

Cara lain yang paling lazim untuk melemahkan kinerja para pegawai KPK adalah dengan meneror. Bagi para pegawai, ini bukan barang baru. Mulai dari ancaman pembunuhan hingga penyiraman air keras pernah dilakukan. Lagi-lagi tak terlihat perlindungan terhadap para pegawai KPK. Malah pengusutan kasus ini terbilang lamban. 

Dan kini, kata Bang Awee, satu per satu pegawai yang dikenal cakap dan memiliki jejak integritas dalam penanganan korupsi keluar dai KPK. Usulan revisi UU KPK ini juga bagian dari pelemahan yang datang dari internal KPK. Setelah Abraham Samad “dilengserkan” dari jabatan sebagai Ketua KPK, internal lembaga itu mengusulkan revisi yang mengerdilkan peran mereka. 

Bang Awee yakin untuk menjebolkan undang-undang sapu jagat; Undang-Undang Cipta Kerja, ada banyak “titipan” yang berseliweran di hotel-hotel, tempat rapat-rapat itu digelar pada malam hari. Tanpa KPK yang kuat, mustahil kongkalikong ini akan terungkap. 

Dan mereka (orang-orang munafik) mengatakan, "(Kewajiban kami hanyalah) taat". Tetapi apabila mereka telah pergi dari sisimu, sebagian dari mereka mengatur siasat di malam hari (mengambil keputusan) lain dari yang telah mereka katakan tadi. Allah menulis siasat yang mereka atur di malam hari itu, maka berpalinglah kamu dari mereka dan tawakallah kepada Allah. Cukuplah Allah menjadi Pelindung.

“Isi surat annisa itu cukup untuk menggambarkan siapa mereka. Orang-orang yang suka mengambil keputusan, diam-diam, di malam hari,” kata Bang Awee. 

Komentar

Loading...