Unduh Aplikasi

DUGAAN GRATIFIKASI TERKAIT PENANGANAN PERKARA WALI KOTA TANJUNG BALAI

Di Rumah Dinasnya Aziz Syamsudin Kenalkan Penyidik KPK dengan Wali Kota Tanjung Balai

Di Rumah Dinasnya Aziz Syamsudin Kenalkan Penyidik KPK dengan Wali Kota Tanjung Balai
Konferensi pers penetapan tersangka Foto: Screenshot video YouTube KPK

JAKARTA -  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Wali Kota Tanjung Balai Tahun 2016-2021, M.Syahrial sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji oleh Penyelenggara Negara Terkait Penanganan Perkara Walikota Tanjung Balai Tahun 2020-2021.

Dalam kasus tersebut, KPK juga menetapkan Maskur Husain (Pengacara) dan Stepanus Robin Pattuju (Penyidik KPK) sebagai tersangka.

Plt Juru bicara KPK, Ali Fikri dalam  keterangan pers kepada AJNN menyebutkan, M. Syahriyal diperkenalkan oleh Wakil Ketua DPR RI Aziz Syamsudin dengan Stepanus Robin Pattuju dalam sebuah pertemuan pada Oktober 2020 lalu. 

Baca: Wali Kota Tanjung Balai, Penyidik hingga Pengacara Jadi Tersangka KPK

M. Syahriyal dikenalkan dengan penyik KPK itu karena diduga M. Syahriyal  memiliki permasalahan terkait penyelidikan dugaan korupsi di Pemerintah Kota Tanjung Balai yang sedang dilakukan KPK agar tidak naik ke tahap Penyidikan dan meminta agar SRP dapat membantu supaya nanti permasalahan penyelidikan tersebut tidak ditindaklanjuti oleh KPK.

Setelah pertemuan itu, Stepanus Robin Pattuju lalu mengenalkan Maskur Husain kepada M. Syahriyal untuk bisa membantu permasalahannya.

Stepanus Robin Pattuju bersamaMaskur Husain sepakat untuk membuat komitmen dengan M.Syahriyal  terkait penyelidikan dugaan korupsi di Pemerintah Kota Tanjung Balai untuk tidak ditindaklanjuti oleh KPK dengan menyiapkan uang sebesar Rp1,5 miliar.

M.Syahriyal menyetujui permintaan SRP dan MH tersebut dengan mentransfer uang secara bertahap sebanyak 59 kali melalui rekening bank milik RA (Riefka Amalia) teman dari Stepanus Robin Pattuju dan juga M.Syahriyal memberikan uang secara tunai kepada Stepanus Robin Pattuju hingga total uang yang telah diterima sebesar Rp1,3 miliar.

Komentar

Loading...