Unduh Aplikasi

Pelayanan publik

Di RS Abdya distribusi darah pilih kasih

ACEH BARAT DAYA - Rumah Sakit Umum Teuku Peukan (RSUTP) di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) memiliki ratusan stok kantong darah, namun semua stok itu khusus untuk orang tertentu saja. Padahal, puluhan pasien sedang dirawat di rumah sakit itu sangat membutuhkan darah tersebut.

Hal tersebut dikatakan salah seorang warga di kabupaten setempat Musliadi yang sedang mencari darah golongan AB untuk keluarganya yang sedang dirawat di RSUTP tersebut kepada AJNN, Senin (13/10).

Dikatakan Musliadi, RSUTP bekerja sama dengan PMI setempat telah melakukan donor darah yang digelar pihak Kodim 0110 Abdya pada tanggal 2 September lalu. Dalam sehari itu berhasil dikumpulkan sebanyak 150 kantong darah dari pendonor, namun pada saat darah diperlukan mereka mengaku stok kosong.

"Saat kita perlu darah, mereka mengaku tidak ada stok darah di rumah sakit, padahal kemarin sudah dikumpulkan 150 kantong saat PMI melakukan donor darah, tapi hari ini tidak ada lagi, kemana darah itu dibawa?" tanya dia

Kemudian kata dia, besoknya juga PMI melakukan donor darah, namun jumlah pendonor dibatasi. “Darah yang didonor hari itu harus ada 15 kantong, lebih dari itu tidak diterima lagi karena tempat penyimpanan darah penuh, kan aneh kalau seperti ini, kita orang miskin butuh darah tidak ada stok di situ, kita harus mencari sendiri pendonor untuk pasien kita. Tapi kalau orang kaya butuh darah segera di proses pihaknya,” sebutnya.

Dia berharap kepada pihak RSUTP, apa bila dibutuhkan darah tersebut tak pandang bulu. “Walaupun orang miskin kalau ada darah silahkan kasih saja, meskipun nanti harus kita ganti darah yang kita pakai itu, kalau dikasih terus darah yang kita butuhkan kan tenang sedikit kepala kita, ini nggak, kalang kabut kita cari pendonor untuk darah yang kita butuhkan,”ujarnya.

Menanggapi permasalahan tersebut, Direktur RSUTP Abdya Darusman yang dijumpai AJNN Senin (13/10) di ruang kerjanya mengatakan, kemungkinan besar dari sejumlah stok darah yang ada itu tidak sama seperti yang dibutuhkan pihak pasien.

"Bisa jadi darah A yang diperlukan oleh pasien, sementara yang ada stok darah dari golongan O atau B begitu," sebutnya.

Diakui Darusman, terkait penjualan darah yang di stok di RSUTP itu hannya penggantian uang untuk keperluan kertas kantong tersebut. “Kalau darah itu ya kita jual kepada pasien, tetapi bukan darahnya yang kita jual melainkan kantongnya itu, kantong itu kita beli, karena tidak ada dalam anggaran,”singkatnya.

RAHMAT RT

Komentar

Loading...