Unduh Aplikasi

Di Pecahan Rp 1.000 Cut Mutia Tanpa Hijab, Anggota DPRA: Ini Pelecehan bagi Aceh

Di Pecahan Rp 1.000 Cut Mutia Tanpa Hijab, Anggota DPRA: Ini Pelecehan bagi Aceh
Gambar uang pecahan baru Rp 1.000 yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia. Foto: Asrul

LANGSA -‎Asrizal H Asnawi, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, meminta kepada Bank Indonesia dan bank-bank di Aceh tidak mengedar uang baru pecahan Rp 1.000. Di satu sisinya, terdapat gambar perempuan yang diklaim sebagai Cut Mutia dengan rambut tergerai.

Menurut Asrizal, bila uang pecahan Rp 1.000 itu beredar, ini akan melukai proses penegakan hukum syariat Islam di Aceh. "Uang itu juga merendahkan martabat perempuan Aceh," kata Asrizal kepada AJNN, Selasa (20/12).

Asrizal menilai BI tidak cermat saat memilih foto untuk dijadikan gambar pada pecahan baru tersebut. Hal ini juga dinilai Asrizal sebagai propaganda untuk melawan syariat Islam di Aceh. Dengan beredarnya uang ini, maka perempuan di Aceh akan menilai pejuang Aceh itu tidak mengenakan hijab.

"Di saat kita memperjuangkan penegakan syariat Islam, Pemerintah Pusat malah mensosialisasikan hal yang terbalik. Ini jelas-jelas melecehkan Aceh dan sangat tidak sensitif,” kata Ketua Fraksi PAN DPR Aceh itu.

Asrizal juga menilai BI sebagai otoritas pengendali mata uang di negara ini tidak melakukan riset mendalam tentang sosok Cut Mutia sebenarnya. Karena di masyarakat Aceh, Cut Mutia dikenal mengenakan hijab.

“Atau mungkin memang ada upaya untuk menggembosi aturan syariat Islam di Aceh. Kita harus melawan hal ini bersama-sama,” kata Asrizal.

Komentar

Loading...