Unduh Aplikasi

Di Merduati, Zaini Ungkapkan Alasan Maju di Pilkada Aceh tanpa Partai Politik

Di Merduati, Zaini Ungkapkan Alasan Maju di Pilkada Aceh tanpa Partai Politik
Zaini Abdullah dan tim berkunjung dan menggelar kampanye dialogis di Merduati, Banda Aceh. Foto: ist

BANDA ACEH - Calon Gubernur Aceh Zaini Abdullah mengungkapkan alasannya memilih jalur perseorangan pada Pemilihan Kepala Daerah Aceh 2017. Menurutnya, Partai Aceh yang selama ini menjadi wadah perjuangan bekas anggota Gerakan Aceh Merdeka tidak berjalan sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga partai.

“Pemimpin Partai Aceh tidak lagi mengikuti AD/ART partai itu sendiri,” kata Zaini saat berkampanye dialogis di gampong Merduati, Banda Aceh, Sabtu (10/12).

Zaini juga mengungkapkan alasan memilih Nasaruddin, Bupati Aceh Tengah, sebagai wakilnya. Di mata Zaini, Nasaruddin merupakan sosok pemimpin kharismatik. Dia menunjukkan kapasitasnya saat memimpin Aceh Tengah dua periode.

Jika kelak masyarakat memberikan amanah kepadanya, Zaini bertekad memperjuangkan kebijakan yang telah dilakukannya selama hampir lima tahun menjabat sebagai Gubernur Aceh. Terutama dalam pelaksanaan syariat Islam. Zaini mengatakan, ada banyak langkah konkrit yang dilakukannya saat menjabat, seperti mengubah sistem pengelolaan Bank Aceh dari sistem konvensioal menjadi syariah sehingga tak ada lagi riba dalam bank.

Zaini juga mengatakan bahwa Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinannya mendorong pengelolaan sumber daya alam di Aceh sebelum mengirimkannya ke luar daerah. Baik di sektor pertanian, perikanan, dan pengelolaan sumber daya alam lainnya.

Zaini, yang hadir bersama istrinya, Niazah Hamid, penasehat Pasangan Tim Zaini Abdullah dan Nasruddin (AZAN) Muzakir A Hamid, Ketua Bidang Perencanaan Bidang dan Strategis AZAN Akhiruddin Mahjuddin, juga mengatakan bahwa kebijakan itu akan terus dilakukan jika mereka memenangkan Pilkada 2017.

Sementara Akhiruddin Mahjuddin mengatakan Zaini sebagai sosok yang cerdas dan peka terhadap kepentingan rakyat dan Aceh, bahkan di saat tak ada orang di Aceh yang memikirkan hal itu. Zaini memahami masalah dan cakap mencari solusi. Selama ini, kata dia, Zaini membuat kebijakan yang menguntungkan masyarakat Aceh.

Satu di antaranya adalah Peraturan Gubernur (Pergub) cuti hamil selama enam bulan untuk PNS, honorer perempuan di Aceh dan cuti dua pekan bagi kaum bapak. Pergub ini ditentang beberapa kalangan karena bukan hal biasa di Indonesia. Namun cuti enam bulan bagi ibu melahirkan adalah hal lumrah di Eropa.

“Pergub ini dibuat agar generasi Aceh bisa melahirkan generasi emas dan SDM yang baik untuk masa akan datang," kata Akhiruddin. "Pergub ini memastikan setiap ibu dan bayi mereka mendapatkan waktu cukup selama enam bulan pertama sejak kelahiran. Ini adala masa penting bagi pertumbuhan anak."

Tetua masyarakat Gampong Merduati, Tgk M Jamal, mengatakan masyarakat di gampong tersebut akan mendukung penuh pasangan AZAN sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh periode 2017-2022 dalam Pilkada 2017 mendatang. Dia berharap Zaini dapat memberikan perhatian lebih kepada Merduati, “sebab gampong ini terparah terkena dampak tsunami pada 2004," ujar Jamal.

Selain itu, dalam kampanye dialogis tersebut, ibu-ibu di gampong itu berdialog dengan Zaini. Sama seperti Jamal, mereka juga siap memenangkan Zaini-Nasaruddin dan mengantarkan Zaini kembali ke kursi Gubernur Aceh.

Komentar

Loading...