Unduh Aplikasi

Di Mekah, Jamaah Haji Diminta Tak Paksakan Diri

Di Mekah, Jamaah Haji Diminta Tak Paksakan Diri
Ka'bah di Masjidil Haram dengan latar belakang Makkah Clock Royal Tower. Foto: tetamuallah.com
BANDA ACEH - Penghubung Kesehatan Daerah Kerja Mekah Ramon Andreas mengimbau jamaah lebih memperhatikan kesehatan. Hal ini dapat dilakukan dengan menyesuaikan aktivitas selama berada di Mekah.Penyelenggaraan haji tahun ini bertepatan dengan musim panas di Arab Saudi.

"Seseorang harus tahu diri, baik yang masih muda apalagi yang sudah usia lanjut. Tahu akan kemampuannya. Jamaah yang muda mungkin masih aktif dan tidak ada gangguan penyakit, kondisi ini tidak bisa disamakan dengan jamaah lainnya, apalai yang tua dan masuk dalam kategori risiko tinggi (risti)," kata Ramon di Kantor Daker Mekah, seperti dikutip dari situs Kementerian Agama, Selasa (16/8).

Ramon mengatakan banyak kejadian seorang jamaah yang pingsan atau sakit saat berada di masjid, di jalan, atau bahkan meninggal di pemondokan, akibat terlalu lelah. Jamaah Indonesia, kata dia, sering memaksakan diri mengikuti ritme aktivitas jamaah lain yang memiliki kondisi kesehatan lebih baik.

"Daripada dibilang ‘hanya tidur saja selama di Tanah Suci’, jamaah kita sering memaksakan diri, padahal dia tidak sanggup. Apalagi jika dia punya penyakit bawaan dari Tanah Air,” kata Ramon.

Sehubungan itu, Ramon menyarankan jemaah untuk bisa mengatur aktivitas mereka selama berada di Mekah. Suhu di siang hari, di Mekah, rata-rata mencapai 42-43 derajat celcius. Jamaah haji dapat beristirahat di pemondokan yang nyaman dan bersih sembari mempersiapkan diri untuk menjalani puncak haji yang diperkirakan jatuh pada 12 September 2016.

Ramon juga mengimbau jamaah untuk rutin minum air putih. “Tanpa cuaca panas pun, minimal orang minum dua liter per hari. Apalagi dengan cuaca panas seperti ini, jamaah haji Indonesia harus lebih banyak minum karena penguapan tinggi,” tuturnya. “Lebih banyak, lebih baik.”

Komentar

Loading...