Unduh Aplikasi

Di Bilik Jeruji Besi, Tahanan Kasus Korupsi Lakukan Penipuan Pembangunan Rumah Dhuafa

Di Bilik Jeruji Besi, Tahanan Kasus Korupsi Lakukan Penipuan Pembangunan Rumah Dhuafa
Kabid Humas dan Direskrimum Polda Aceh perlihatkan Surat Perintah Kerja bodong pembangunan rumah dhuafa. Foto: AJNN/Tommy

BANDA ACEH - Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Aceh membongkar kasus penipuan pembangunan rumah kaum dhuafa di Aceh yang dilakukan oleh seorang tahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Kajhu.

Tahanan berinisial JK (50), yang juga mantan Pegawai Negeri Sipil (PNS) itu bersama tersangka lainnya berinisial RA dan MU melakukan penipuan dan penggelapan mengatasnamakan dari Kementerian PUPR kepada 17 orang korban. 

Dirreskrimum Polda Aceh, Kombes Pol Sony Sanjaya mengatakan kasus tersebut terungkap atas laporan korban Muhammad Nasir, dimana korban dimintai uang sebesar Rp 4 juta untuk mendapatkan rumah gratis yang sedang dibangun di wilayah Pidie dan Lhokseumawe. 

Untuk meyakinkan korban, lanjut Kombes Pol Sony Sanjaya, tersangka RA memberikan surat perintah kerja (SPK) pembangunan 20 unit rumah dhuafa bersama Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta gambar rumah. 

"Uang sebesar Rp 4 juta yang diminta tersangka itu untuk biaya SPK setiap satu unit rumah dhuafa. Namun, SPK, RAB dan gambar rumah tersebut ternyata bodong alias palsu," kata Sony Sanjaya, Rabu (2/12) 

Setelah korban Muhammad Nasir bersama 16 orang korban lainnya menyerahkan uang sebesar Rp 4 juta kepada tersangka. Pembangunan rumah dhuafa tidak kunjung ada, akhirnya korban melaporkan kasus penipuan tersebut ke pihak kepolisian. 

Baca: Letkol TNI Gadungan Ditangkap Karena Tipu Calon Bintara Polri

"Dari penyelidikan, total kerugian yang dialami 17 orang korban ini sebesar Rp 230 juta. Yang dapat diberikan bukti sebesar Rp 68 juta sedangkan Rp 162 tidak dapat diperlihatkan bukti," sebut Sony. 

Dari pengakuan tersangka RA dan MU, kata Sony, tahanan berinisial JK merupakan tersangka utama tindak pidana penipuan dan penggelapan. Tersangka JK juga terlibat dalam kasus yang sama dan telah divonis bersalah oleh majelis hakim pengadilan tingkat pertama.

"Tersangka utamanya JK yang saat ini sedang menjalani tahanan di rutan. Yang bersangkutan juga mantan PNS yang dipecat karena kasus korupsi dan juga terlibat penipuan," ungkap Kombes Pol Sony. 

Penelurusan AJNN di web resmi Pengadilan Negeri Banda Aceh, terdakwa JK bin MI pada 23 Mei 2019 divonis empat tahun penjara dalam kasus korupsi dan membayar denda Rp 200 juta. 

Sementara pada 20 Februari 2020, Majelis Hakim juga menjatuhkan pidana penjara tiga tahun terhadap JK dalam kasus penipuan. Saat ini terdakwa masih dalam upaya hukum peninjauan kembali (PK).

Komentar

Loading...