Unduh Aplikasi

EMPAT KAB/KOTA BERPOTENSI PEMUNGUTAN ULANG

Di Aceh Utara, Saksi Mencoblos hingga 10 Kali

Di Aceh Utara, Saksi Mencoblos hingga 10 Kali
Ilustrasi. Foto: Net

BANDA ACEH - Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh menemukan beberapa pelanggaran di sejumlah daerah saat proses Pemilu 17 April 2019 yang berlangsung kemarin. Mulai dari kesalahan penggunaan c6, hingga ada para saksi yang berhasil mencoblos sampai 10 kali.

Karena adanya temuan pelanggaran, beberapa TPS kabupaten/kota di Aceh berpotensi dilaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU).

"Empat kabupaten/kota yang berpotensi PSU, yaitu Banda Aceh, Aceh Besar, Gayo Lues dan Aceh Utara," kata Ketua Divisi Pengawasan Panwaslih Aceh, Marini kepada wartawan di kantornya, Kamis (18/4).

Marini menjelaskan, potensi PSU di Banda Aceh itu disebabkan karena adanya penggunaan formulir c6 oleh orang lain yang bukan pemilik aslinya, saat itu ketika pemilik asli datang membawa formulir c6 asli, ternyata namanya sudah digunakan oleh orang lain yang mengaku dirinya. Kejadian tersebut di TPS 8 Kampung Keramat, Kecamatan Kuta Alam.

Kemudian di Aceh Besar, ketika Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) istirahat, disana ada beberapa saksi dan pengawas memberikan formulir c6 kepada masyarakat yang tidak mempunyai dokumen untuk memilih, baik itu berupa KTP serta dokumen lainnya, bahkan tidak terdaftar dalam DPT maupun DPTb.

Selain itu, lanjut Marini, hal serupa juga ditemukan di Kabupaten Gayo Lues, disana ada pemilih yang terdaftar dalam DPTb, atau menggunakan formulir a5, tetapi KPPS setempat malah memberikan lima surat suara untuk dicoblos.

"Seharusnya pemilih yang terdaftar dalam DPTb antar provinsi yang bisa dipilih hanya calon Presiden saja, bukan lima surat suara," ujarnya.

Selanjutnya di Kabupaten Aceh Utara, disana ada yang mencoblos sampai 10 kali, peristiwa itu terjadi di Gampong Matang Ulim, Kecamatan Baktiya pada TPS 97. Dimana para saksi dari Partai Nasional (Parnas) maupun Partai Lokal (Parlok) melakukan pemilihan melebihi satu kali, dan anehnya lagi diantara mereka juga ada yang bukan penduduk setempat.

"Ada saksi dari dua parlok dan tiga parnas itu melakukan pencoblosan lebih dari satu kali. Bahkan 10 kali melakukan pencoblosan, seperti itu," ungkap Marini.

Dalam kesempatan ini, Marini juga menuturkan bahwa di Banda Aceh, besar kemungkinan juga ada daerah lain yang berpotensi PSU, tetapi persoalan ini masih didalami.

"Itu terkait adanya empat atau enam orang menggunakan c6 orang lain, yaitu di Punge Jurong, itu lagi dibahas oleh Gakkumdu," ujarnya.

Ucapan Selamat Pelantikan DPRA - Aceh Barat
iPustakaAceh
Ucapan Selamat Pelantikan DPRA - Pemerintah Aceh

Komentar

Loading...