Unduh Aplikasi

Di Aceh Jaya, Suara Jokowi-Ma'ruf Dikalahkan dengan Jumlah Suara Rusak

Di Aceh Jaya, Suara Jokowi-Ma'ruf Dikalahkan dengan Jumlah Suara Rusak
Jumlah perhitungan suara capres dan cawapres di TPS 01 Desa Alue Tho, Aceh Jaya. Foto: AJNN.Net/Suar

ACEH JAYA - Kejadian unik terjadi di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 01 Desa Alue Tho, Kecamatan Krueng Sabee, Kabupaten Aceh Jaya. Pasalnya suara yang diraih Calon Presiden dan Wakil Presiden 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin, dikalahkan dengan jumlah suara rusak.

Data yang diterima AJNN, Desa Alue Tho terdapat 230 Daftar Pemilih Tetap (DPT), dari total tersebut hanya sebanyak 207 yang menggunakan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) desa setempat, sementara selebihnya sebanyak 23 pemilih lebih memilih golput (golongan putih).

Pantauan AJNN dilokasi, dari jumlah 207 yang menggunakan hak pilihnya, Capres-Cawapres02, Prabowo Subianto-Sandiaga Salauddin Uno, unggul telak dengan perolehan 192 suara, sedangkan Capres-Cawapres 01, Jokowi-Ma'ruf Amin hanya memperoleh lima suara.

Dari 10 surat suara Capres-Cawapres yang rusak, sembilan diantaranya tidak tercoblos dan satu lagi dicoblos ganda.

Nasrol Akmal, saksi capres 02, Prabowo-Sandi mengatakan perolehan suara tersebut di luar prediksinya, apalagi selama ini di Desa Alue Tho, tidak ada tim sukses yang mengajak masyarakat untuk memilih Prabowo-Sandi.

"Ya, kami rasa inilah yang namanya pemilih cerdas, tanpa harus dikomandoi, namun masyarakat kompak memilih Prabowo-Sandi," kata Nasrol.

Sementara itu, Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Alue Tho, Zalmiadi, mengatakan seluruh undangan sudah dibagikan kepada pemilih yang masuk DPT sejak dua hari yang lalu.

"Model C.6-KPU atau undangan memilih sudah kami berikan, dan lansung kami antar ke rumah masing-masing. Selain pemilih yang ada di DPT juga ada satu orang pemilih khusus (DPK) karena yang bersangkutan tidak ada namanya di DPT, sedangkan untuk Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) tidak ada," ungkapnya.

Selain itu, untuk saksi capres-cawapres yang hadir disertai dengan mandat hanya saksi dari pasangan 02, sementara saksi dari 01 tidak hadir.

"Yang kami terima mandat dan ada orangnya hanya perwakilan/saksi dari capres nomor urut dua," jelasnya.

Iklan Kriyad

Komentar

Loading...