Unduh Aplikasi

Dewan sesalkan kebijakan Pemkab Asel dalam tes CPNS

DPRK Aceh Selatan menyesalkan sekaligus mengkritisi kebijakan pemerintah setempat yang tidak memprioritaskan putra daerah dalam perekrutan CPNS Formasi tahun 2014 ini.

Keputusan Pemkab Aceh Selatan yang membuka secara bebas pendaftaran CPNS dinilai akan merugikan daerah serta masyarakat pribumi, kata anggota DPRK Aceh Selatan, Hadi Surya STP di Tapaktuan, Rabu.

“Pemkab Aceh Selatan tidak peka dalam menampung aspirasi masyarakat. Padahal sudah mengetahui bahwa sesuai pengalaman tahun sebelumnya, PNS yang berasal dari luar daerah selalu menjadikan daerah ini sebagai tempat transit, dimana setelah beberapa tahun bertugas langsung mengurus pindah ke kampung halamannya sehingga ketersediaan PNS dalam daerah kembali kosong, akhirnya tiap tahun Pemkab hanya sibuk mengurusi persoalan-persoalan itu saja,” katanya.

Menurut Hadi, kebijakan Pemkab Aceh Selatan yang membuka secara bebas penerimaan CPNS merupakan sebuah kesalahan yang sangat fatal dan kebijakan tersebut terkesan tidak pro terhadap rakyat pribumi.

Sebab, ujarnya, berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, dalam proses seleksi CPNS secara bebas tersebut, peserta yang lulus selalu di dominasi oleh orang luar daerah. Sehingga, ujarnya, putra-putri terbaik Aceh Selatan yang sudah bersusah payah menuntut ilmu justru terpinggirkan dan tidak dapat pekerjaan yang layak di tanah air tempat kelahirannya sendiri.

Celakanya lagi, tegas Hadi Surya, kebijakan membuka secara bebas penerimaan CPNS tahun 2014 ini, justru dilakukan Pemkab Aceh Selatan saja, sedangkan kabupaten tetangga justru membuat kebijakan harus putra asli daerah.

“Akibatnya, bagi peserta luar daerah khususnya yang berasal dari luar Provinsi Aceh yang tidak dapat mendaftar di Kabupaten Aceh Singkil dan Aceh Barat Daya, berbondong-bondong mendaftar ke Aceh Selatan. Kondisi ini secara otomatis akan mempersempit peluang lulus putra asli Aceh Selatan, sebab secara kualitas intelektual peserta dari luar daerah lebih unggul,” sesalnya.

engan kondisi PNS Aceh Selatan mayoritas di isi oleh orang luar daerah, menurut Hadi, sangat merugikan daerah dan masyarakat Aceh Selatan dari segi ekonomi. Sebab, perputaran uang gaji yang diperoleh oleh PNS yang bersangkutan lebih banyak mengalir ke kampung halamannya ketimbang di Aceh Selatan sendiri, karena penghasilannya di kirim ke keluarganya.

Karena itu, lanjut Hadi, pihaknya meminta kepada Pemkab Aceh Selatan agar bersedia mengevaluasi kembali kebijakan yang telah di jalankan tersebut dengan cara mengambil kebijakan untuk memprioritaskan peserta yang berasal dari dalam daerah yang telah lulus Passing Grade  untuk ditetapkan sebagai peserta yang lulus CPNS.

“Jika Pemkab Aceh Selatan ada keinginan untuk membantu putra daerah, kami pikir inilah solusi satu-satunya yang dapat diambil, sebab tidak mungkin mengulang kembali dari awal tahapan pelaksanaan pendaftaran CPNS,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Aceh Selatan, Fakhruddin mengatakan, terkait permintaan anggota DPRK agar memprioritaskan putra daerah yang telah lulus Passing Grade sebagai peserta yang lulus CPNS tidak mungkin bisa diakomodir, sebab terkait keputusan kelulusan CPNS tersebut bukan kewenangan pihaknya melainkan mutlak kewenangan pihak Panselnas Pusat di Jakarta.

“Perlu di ketahui bahwa, pelaksanaan ujian CPNS sistem CAT ini, terkoneksi langsung secara online ke Panselnas Pusat di Jakarta, dan nilai hasil ujiannya langsung di umumkan secara online beberapa saat setelah pelaksanaan ujian,” jelasnya.

Sedangkan terkait kebijakan Pemkab Aceh Selatan membuka pendaftaran CPNS secara bebas tahun 2014 ini, menurut Fakhruddin hal itu dilakukan pihaknya belajar dari pengalaman tahun sebelumnya bahwa ketika di ambil kebijakan membatasi pelamar seperti itu, banyak kuota Formasi CPNS yang kosong tidak ada pelamar.

“Sebab, khusus kita Aceh Selatan ini dalam membuka atau merekrut CPNS baru, diprioritaskan terhadap jurusan atau disiplin ilmu baru, sesuai kebutuhan daerah. Di samping itu juga faktor mutu atau kualitas pegawai yang dibutuhkan harus lebih baik, makanya diambil kebijakan pendaftaran secara bebas,” ungkapnya.

Dia mengatakan, pelaksanaan tes CPNS tersebut berlangsung secara profesional dan ketat. Pihaknya menjamin bahwa tes CPNS tersebut terbebas dari permainan curang sebab disamping pelaksaan tes di awasi ketat oleh tim dari Panselnas Pusat, juga sistem penilaian berlangsung secara online yang diumumkan langsung setelah ujian, dimana terhadap peserta yang berhasil mengumpulkan nilai tertinggi maka peserta tersebut yang akan di nyatakan lulus CPNS.

Pelaksanaan tes CPNS di Kabupaten Aceh Selatan berlangsung  mulai tanggal 15 hingga 21 Desember 2014, di Kampus Politeknik Aceh Selatan (Poltas). Tes Kompetensi Dasar (TKD) menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) ini,  diikuti 1.727 peserta yang lulus verifikasi berkas, dari jumlah yang mendaftar sebanyak 2.043 orang.

Tes dilaksanakan selama tujuh hari dan setiap hari berlangsung lima sesi, dengan masing–masing sesi diikuti 50 orang peserta.

Formasi CPNS Pemkab Aceh Selatan tahun 2014 ini dibutuhkan sebanyak 99 orang untuk menduduki 42 jabatan.

ANTARA

Komentar

Loading...