Unduh Aplikasi

Dewan Pijay Minta Kepala Puskesmas Ulim Dievaluasi

Dewan Pijay Minta Kepala Puskesmas Ulim Dievaluasi
Mobil patroli polisi yang membawa korban kecelakaan dari Puskesmas Ulim ke rumah sakit kabupaten. Foto: Ist

PIDIE JAYA - Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie Jaya minta kinerja Kepala Puskesmas Ulim dievaluasi. Hal tersebut buntut dari tidak ada ambulans di puskesmas tersebut saat dibutuhkan.

"Dengan sudah ditegurnya beberapa kali oleh kepala dinas, baik secara lisan maupun tulisan, tapi melihat apa yang terjadi hari ini, Kepala Puskesmas Ulim itu harus dievaluasi kinerjanya," kata anggota DPRK Pidie Jaya, Teuku Guntara kepada AJNN, Rabu (16/10).

Baca: Ambulans Tak Tersedia di Puskesmas, Pasien Lakalantas Dirujuk Pakai Mobil Patroli Polisi

Guntara menambahkan, Kepala Puskesmas Ulim harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi hari ini. Menurutnya, tidak tersedia ambulans saat dibutuhkan di puskesmas sehingga harus mengunakan mobil patroli polisi untuk mengantar korban kecelakaan ke rumah sakit, itu adalah hal yang tidak dapat ditolerir.

"Ini tidak bisa ditolerir lagi. Seperti kata Kadis Kesehatan, ini kesalahan fatal, ia (Kepala Puskemas Ulim) lalai dalam menjalankan tugas," cetusnya dengan nada berang.

Seperti diberitakan sebelumnya, Salah seorang warga Kecamatan Ulim, korban kecelakaan lalu lintas dirujuk dari Puskesmas Ulim ke Rumas Sakit Umum Daerah (RSUD) Pidie Jaya mengunakan mobil patroli Polsek kecamatan setempat.

"Tadi pagi saya ditelepon oleh warga, ada kecelakaan lalu lintas, korban awalnya dibawa ke puskesmas. Tapi karena korban mengalami luka serius, sehingga harus dirujuk ke RS. Namun pada saat itu tidak ada ambulans di puskesmas, saya sudah menghubungi kepala puskesmas, katanya dia masih di rumah. Mengingat kondisi korban yang harus segera dirujuk ke RS, saya perintahkan anggota saya untuk mengunakan mobil patroli. Sebab harus segera, tidak mungkin lagi menunggu ambulan," kata Kapolsek Ulim.

Komentar

Loading...