Unduh Aplikasi

Dewan Minta Pemkab Aceh Utara Tertibkan Galian C Sawang

Dewan Minta Pemkab Aceh Utara Tertibkan Galian C Sawang
Ketua Gabungan Forbes DPRK Aceh Utara, Sofian Hanafiah. Foto: Ist

ACEH UTARA - Gabungan forum bersama (Forbes) anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Utara wilayah barat, meminta pemerintah kabupaten setempat segera menertibkan kegiatan eksploitasi Galian C, di Kecamatan Sawang.

Ketua Forbes DPRK Aceh Utara wilayah barat, Sofian mengutarakan, setelah pihaknya turun ke lokasi beberapa waktu lalu, ia mendapatkan fakta bahwa di lapangan ditemukan kerusakan lingkungan akibat aktivitas Galian C.

Baca: Eksploitasi Galian C Sawang Diduga Ilegal, DLHK Aceh Utara Bungkam

Pemilik atau pelaku usaha galian di sungai atau Krueng Sawang, rata-rata belum sesuai dengan tahapan yang diatur, seperti kelengkapan dokumen perizinan sesuai regulasi yang ada.

"Maka. kami minta kepada Pemkab Aceh Utara, khususnya Bapak Bupati agar ini menjadi bahan evaluasi. Baik itu terkait perizinan aktivitas galian, maupun kejelasan PAD," ucap Sofian Hanafiah kepada AJNN, Selasa (21/1).

Baca: Masyarakat Sawang Buat Pernyataan Sikap Tolak Galian C

Sementara itu kata Sofian, pengawasan dari dinas terkait dalam melakukan evaluasi dan penertiban terhadap Galian C di sungai Sawang harus ditingkatkan, seperti pemeriksaan izin yang tidak menyalahi aturan.

"Jangan menyalahi aturan izin, dan persoalan ini sudah kami sampaikan jauh- jauh hari kepada pihak terkait. Supaya segera dilakukan penertiban dan evaluasi demi kelangsungan hidup alam dan masyarakat disekitar Krueng Sawang," pintanya.

Hal senada juga disampaikan Anggota DPRK Aceh Utara, Nazir. Menurutnya, persoalan Galian C di Kecamatan Sawang itu harus segera disikapi Pemkab.

Baca: WALHI Minta Pemerintah dan Polda Aceh Tertibkan Galian C di Sawang

Baik itu terkait persoalan perizinan maupun evaluasi terhadap kegiatan penggalian, yang dikhawatirkan akan mengakibatkan terjadinya kerusakan lingkungan apabila dibiarkan. Maka, hal ini perlu mendapatkan perhatian khusus.

"Pelaku usaha juga harus memiliki kesadaran terhadap kerusakan lingkungan. Ini sudah berlangsung lama, kita tidak bisa membiarkan dan menutup mata terkait masalah ini karena bisa menjadi bencana besar nantinya," ujarnya.

Komentar

Loading...