Unduh Aplikasi

LAYANAN PENDIDIKAN PULO ACEH BURUK

Dewan: Mental Guru di Pulo Aceh Harus Diperbaiki

Dewan: Mental Guru di Pulo Aceh Harus Diperbaiki
Kondisi Sekolah di Pulau Aceh yang sepi saat jam belajar. Foto: Ombudsman Aceh

BANDA ACEH - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Besar, Yusran Yunus mengaku tidak terkejut dengan temuan Ombudsman Aceh terkait buruknya pelayanan pendidikan di Pulo Aceh.

"Saya tidak terkejut, karena kami sering menyampaikan hal itu ke Dinas Pendidikan Aceh Besar tentang pelayanan pendidikan di Pulo Aceh," kata Yusran Yunus saat dihubungi AJNN, Kamis malam (10/10).

Yusran mengatakan, sebenarnya di Pulo Aceh bukan hanya persoalan pendidikan saja, tetapi masalah pelayanan kesehatan disana juga cukup memprihatinkan. Kondisi itu sudah sering disampaikan pihaknya kepada pemerintah.

"Bukan hanya pendidikan, tapi juga kesehatan, itu sudah sangat sering kami sampaikan, dalam berbagai dengar pendapat, dari hasil reses, selalu kami sampaikan," ujarnya.

Kata Yusran, terhadap persoalan tersebut, Pemerintah Aceh Besar sudah berupaya memperbaikinya, tetapi ia melihat sejauh ini belum dilakukan secara maksimal.

Dirinya mengakui bahwa secara administrasi kewenangan untuk tingkat SMA itu memang tanggungjawab Dinas Pendidikan Aceh, tetapi yang harus diingat kalau yang diajarkan itu adalah putra putri Aceh Besar.

"Karena itu kami juga harus bertanggungjawab untuk membereskan ini, dan nanti harus ada koordinasi," tandasnya.

Sebenarnya, lanjut Yusran, kondisi kekosongan guru itu bukan hanya terjadi terhadap sekolah SMA saja, tetapi hampir semua tingkatan mengalami hal serupa.

Bahkan, koordinasi dewan selama ini dengan para tokoh di Pulo Aceh juga disampaikan hal yang sama. Sering sekali guru tidak masuk sekolah.

"Karena SD, SMP sama juga, bukan SMA saja, ini khusus sekolah di Pulo Breuh," sebut dewan yang juga wakil dari Pulo Aceh itu.

Baca: Bupati Aceh Besar akan Koordinasi dengan Dinas Pendidikan Aceh

Menurut Yusran, terkait masalah ini yang harus dibenahi pertama adalah mental tenaga pengajar atau guru yang bertugas di Pulo Aceh. Jangan kemudian melepaskan tanggungjawab. Karena itu, perlu perhatian khusus dari pemerintah untuk memaksimalkan dan memastikan para pengajar hadir untuk mengajar.

Yusran menuturkan, saat ini pemerintah sedang berusaha menjalankan Sistem pendidikan Terpadu (SPT) guna mendidik akhlak dan moral anak-anak. Namun, menurutnya pendidikan seperti ini juga perlu diterapkan terhadap guru di Pulo Aceh.

"Kami menyarankan juga ke dinas pendidikan, jangan hanya untuk pelajar saja, tetapi juga kepada guru di Pulo Aceh pun harus diberikan pemahaman akhlak yang baik," imbuhnya.

Yusran menyebutkan, kondisi itu sangat layak, pasalnya para guru di Pulo Aceh juga telah mendapatkan fasilitas seperti tempat tinggal serta tunjangan besar dari pemerintah. Jika keadaan ini terus terulang, maka pengawasan yang harus ditingkatkan.

"Karena itu, mental guru yang harus diperbaiki, bukan hanya sekedar dapat tunjangan," tutur Yusran.

"Itu korupsi juga, karena tunjangan mereka tidak dipotong oleh pemerintah, tapi mereka banyak yang tidak masuk," sambungnya.

Dalam kesempatan ini, Yusran juga menyarankan sebaiknya pemerintah mengontrak langsung guru yang memang tinggal di Pulo Aceh, bukan malah dari Banda Aceh atau Aceh Besar daratan.

"Sebaiknya guru kontrak itu orang Pulo Aceh, kalau dari Banda Aceh dan Aceh Besar itu mereka sehari disana, tiga hari di daratan," ungkapnya.

Dalam waktu dekat ini, Yusran berjanji akan segera turun ke Pulo Aceh dan menemui dinas terkait guna memastikan kehadiran guru kesana.

Komentar

Loading...