Unduh Aplikasi

Dewan Lhokseumawe: Informasi Penanganan Etnis Rohingya Jangan Saling Lempar Bola

Dewan Lhokseumawe: Informasi Penanganan Etnis Rohingya Jangan Saling Lempar Bola
Imigran Rohingnya yang terdampar di Lhokseumawe. Foto: AJNN/Sarina

LHOKSEUMAWE - Anggota DPRK Lhokseumawe, Jailani Usman meminta kepada UNHCR dan Pemko Lhokseumawe agar tidak saling lempar bola dalam menyampaikan situasi dan kondisi pengungsi asal Myanmar etnis Rohingya yang ditampung di Balai Latihan Kerja (BLK) Meunasah Mee, Kandang.

Hal itu disampaikan mengingat selama ini ketika sejumlah awak media meminta keterangan serta perkembangan ratusan imigran yang ditampung di Lhokseumawe itu, saat ditanyakan kepada UNHCR pihaknya menyebutkan kalau Satuan Tugas dari Pemko Lhokseumawe yang berwewenang berbicara.

Begitu juga sebaliknya, ketika ditanyakan kepada pihak Pemko Lhokseumawe, mereka menyebutkan ratusan Imigran Rohingya tersebut tanggungjawab penuh ada ditangan UNHCR dan IOM.

“Kita mengharapkan kepada yang menangani pengungsi Rohingya terutama UNHCR harus benar-benar serius menanganinya. Jangan saling lempar bola, harus saling bersinergi sehingga tidak ada sedikitpun informasi yang ditutupi hingga mengecewakan di hari ke depan,” kata Jailani kepada AJNN, Jumat (11/9).

Mengingat, tempat penampungan berada di tengah-tengah lingkungan penduduk yang padat, maka dari segi kesehatan mereka harus benar-benar diutamakan, sehingga masyarakat yang ada disekitaran lingkungan tersebut juga tidak merasa dirugikan, misalnya saat ini mereka menderita penyakit gatal, dan jika tidak segera ditangani khawatir akan menular ke warga lingkungan.

“Saat ini sedang Covid-19, ditambah lagi dengan kondisi kesehatan mereka, jadi wajar kalau masyarakat lingkungan panik dan merasa tidak nyaman,” ujarnya.

Terlepas dari apapun, kedatangan mereka kalau sudah ditampung harus ditangani dengan baik. Jangan membiarkan mereka tidur di bawah tenda dan hanya beralaskan tikar seadanya. Hal tersebut sangat tidak memadai, mengingat mereka juga sudah lama terombang ambing butuh penanganan yang layak.

“Kita meminta kepada Pemko Lhokseumawe dan UNHCR untuk merembuk bagaimana tangani semaksimal mungkin, deteksi kesehatan mereka hingga lingkungan juga tidak terganggu, sinergitas harus lebih ditingkatkan,” jelasnya.

Komentar

Loading...