Unduh Aplikasi

Dewan Ingatkan Aminullah, Masalah Air Macet Harus Selesai Akhir 2019

Dewan Ingatkan Aminullah, Masalah Air Macet Harus Selesai Akhir 2019
Warga mencabut meteran PDAM sebagai bentuk protes air bersih tidak mengalir. Foto: AJNN.Net/Tommy.

BANDA ACEH - Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh meminta permasalahan air bersih harus dituntaskan selambat-lambatnya hingga akhir 2019.

Ketua Komisi B DPRK Banda Aceh, Aiyub Bukhari melihat kekecewaan warga Gampong Cot Lamkuwueh Kecamatan Meuraxa beberapa hari lalu karena keterlambatan proses penanganan air oleh pemerintah kota khsusus Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Daroy Banda Aceh.

"Kalau wali kota atau PDAM cepat dan tanggap, masyarakat tidak mungkin demo," kata Aiyub Bukhari kepada AJNN, Senin (5/8).

Aiyub menyampaikan, air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat, sehingga penanganannya juga harus diselesaikan secepat mungkin. Apalagi masalah ini menjadi salah satu janji kampanye pasangan Amin-Zainal saat Pilkada 2017 lalu. 

"Janji pemerintah sampai 2019 tidak ada lagi persoalan air. Untuk itu, kalau target sampai Desember 2019 tidak selesai, kami akan panggil pemerintah atau Direksi PDAM," ujarnya.

Namun, menurut Aiyub, sejauh ini penanganan air bersih di Banda Aceh sudah mulai baik, hanya saja belum mencapai kata maksimal.

Baca: Janji Air Keluar Angin

Hal itu dibuktikan dengan rencana Pemko Banda Aceh membangun bak penampungan raksasa (reservoir) di kawasan Taman Sari Banda Aceh dengan kapasitas 3.000 meter kubik air plus tiga booster.

Reservoir tersebut akan mampu memenuhi kebutuhan air di wilayah Kecamatan Kutaraja dan Meuraxa.

"Apalagi saat ini pemerintah sedang membuat bendungan raksasa untuk retribusi air ke beberapa kecamatan, khususnya Kutaraja dan Meuraxa," ungkap Aiyub.

Karena itu, Aiyub berharap proses pembangunan reservoir ini segera diselesaikan. Dalam waktu dekat dewan juga akan meninjau langkah persiapan pengerjaan bendungan tersebut.

Komentar

Loading...