Unduh Aplikasi

Desak Usut Ahok, Mahasiswa Usung Peti Mati ke Kantor Polda Aceh

Desak Usut Ahok, Mahasiswa Usung Peti Mati ke Kantor Polda Aceh
Demo tangkap Ahok di depan kantor Polda Aceh. Foto: Arman Konadi

BANDA ACEH - Puluhan mahasiswa dari berbagai kampus di Banda Aceh berunjukrasa di Markas Kepolisian Daerah Aceh. Sambil mengusung keranda, mereka menuntut polisi mengusut kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Gubernur DKI Jakarta.

“Kami mendesak (Presiden) Jokowi dan Mabes Polri tidak menunda-nunda memproses saudara Basuki Tjahaya Purnama. Apa yang dilakukannya sudah jelas penistaan terhadap Alquran,” kata Ketua Gerakan Mahasiswa (Gema) Pembebasan Wilayah Aceh, Rizal Fahmi, kepada wartawan di sela-sela aksi, Selasa (8/11).

Pihaknya, kata Fahmi, akan terus mengawal proses hukum kasus tersebut. Termasuk menunggu janji Presiden Joko yang mengaku tidak akan mengintervensi penanganannya. Menurut Fahmi, meski telah memulai pengusutan dengan memanggil beberapa saksi, namun pihaknya meragukan komitmen kepolisian untuk benar-benar mengusut Ahok.

“Di media kita baca dia (Jokowi) mengaku tidak memihak dan membela Ahok dan itu akan kami tunggu. Kami melihat ada indikasi saksi saksi yang dipanggil Kabareskrim hanya mereka yang pro Ahok,” kata Fahmi.

Aksi dimulai sekitar pukul 13.30 WIB. Mahasiswa dengan konvoi berjalan kaki dari Masjid Oman, sekitar 2 kilometer. Mahasiswa yang berasal dari sejumlah kampus di Banda Aceh yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa (GEMA) Pembebasan. Mereka mengusung berbagai spanduk bertulis kecaman terhadap Ahok.

Massa tidak diperkenankan masuk ke halaman Mapolda. Mereka menggelar orasi di pintu gerbang Mapolda dengan pengawalan puluhan personil kepolisian. Setelah berorasi sekitar setengah jam, mahasiswa akhirnya ditemui Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Goenawan.

“Saat ini Mabes Polri melakukan penyelidikan sesuai tuntutan rekan rekan mahasiswa dan mari sama sama kita kawal. Jika nanti terbukti tentu Ahok juga akan menjalani prosesnya hukum,” kata Goenawan kepada mahasiswa.

Aksi yang berlangsung sekitar dua jam tersebut berakhir setelah mahasiswa membacakan tiga pernyataan sikapnya yang intinya mendesak kepolisian segera menangkap Ahok. Mereka mengancam akan kembali menggelar aksi dengan masa yang lebih besar jika kepolisian membebaskan Ahok.

Komentar

Loading...