Unduh Aplikasi

Desa Rawan Narkoba di Lhokseumawe Disulap Jadi Usaha PGM Bersinar

Desa Rawan Narkoba di Lhokseumawe Disulap Jadi Usaha PGM Bersinar
Pelepasan lele ke kolam. Foto: AJNN/Sarina.

LHOKSEUMAWE – Kelompok Pemuda Gampong Mongeudong (PGM) melakukan budidaya ikan lele secara bioflok. Hal itu dilakukan guna menekan peredaran narkoba di kawasan tersebut.

Budidaya ikan lele tersebut, bekerjsama antara BNN Provinsi melalui BNN Kota, Kantor Perwakilan Bank Indonesia cabang Lhokseumawe, TNI dan Polri.

Kepala BNN Aceh, Brigjen Pol Heru Pranoto mengatakan, salah satu tujuan dari program tersebut yakni, membangun masyarakat yang tangguh, berkualitas dan berakhlak, serta sumberdaya manusia yang lebih baik.

“Mudah-mudahan ini berkembang dan akan sangat mendukung ekonomi masyarakat Mon Geudong. Juga menggerakkan roda ekonomi pemerintah,” katanya, usai acara launching dilakukan.

Lanjut Heru, selain itu tujuannya untuk menyelamatkan masyarakat setempat dari pengaruh narkoba, sehingga Bandar dan pengedar tidak melakukannya lagi perbuatan haram tersebut, sesuai dengan hasil penelitian secara nasional.

“Karena sudah memiliki pendapatan yang halal, potensi ekonomi yang kuat, sehingga bisa berubah lebih baik lagi, bukan hanya Mon Geudong, tapi juga desa-desa di provinsi lain yang tercatat sebagai daerah rawan narkoba,” tuturnya.

Sambungnya, jika selama ini hanya terus-terusan menangkap dan mengimbau saja, mungkin tidak akan maksimal. Oleh karena itu pihaknya mengajak lebih proaktif dan menjadi lebih efektif menangkal peredaran narkoba.

“Jika ada pecandu datang ke BNN atau intansi terkait lainnya, mengakui perbuatannya, tidak akan ditangkap atau diproses hukum, namun akan dibantu pengobatan dengan rehap. Jadi tidak perlu takut,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala KPw BI Lhokseumawe, Yukon Afrinaldo mengatakan, jumlah bibit ikan yang dibantu sebanyak 30 ribu, dengan jumlah kolam 20 unit, serta diterima langsung oleh PGM setempat.

Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya mengatakan, pihaknya juga tidak terlepas dari tanggungjawab. Akan terus berupaya berkoordinasi dengan intansi atau lembaga terkait dalam hal ini khususny BI yang menjadi leding sumber anggaran.

Pemuda Mongeudong, Zulfikar Syarif mengatakan, motivasi awal pihaknya membuat bioflok ikan lele karena desa tersebut pusat peredaran narkoba.

“Semoga semuanya mau bergabung, saat ini ada 60 orang yang sudah ikut berpatisipasi,” imbuhnya.

Pemkab Bener Meriah _Ramadhan

Komentar

Loading...