Unduh Aplikasi

Dermaga Pelabuhan Jetty Rusak, Diduga Akibat Aktivitas Bongkar Tiang Pancang

Dermaga Pelabuhan Jetty Rusak, Diduga Akibat Aktivitas Bongkar Tiang Pancang
Ramli SE saat melakukan sidang ke Pelabuhan Jetty Meulaboh. Foto: AJNN/Darmansyah Muda

ACEH BARAT - Dermaga Pelabuhan Jetty Meulaboh yang berada di Desa Suak Indrapuri, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat mulai rusak. Dimana tepi dermaga terlihat plat semennya terkelupas, kemudian tiang penyangga bagian tepi juga terlepas dari bagian dermaga.

Kerusakan sisi dermaga Pelabuhan jetty tersebut diduga akibat adanya aktivitas pembongkaran tiang pancang untuk material pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 3 dan 4 yang berlangsung beberapa waktu terakhir.

Wakil Ketua Dewan Perwalikan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat, Ramli SE, mengatakan pelabuhan tersebut masih bagus sebelum adanya pembongkaran tiang pancang dermaga.

“Sebelum ada pembongkaran tiang pancang kami lihat masih bagus. Masih rapi lah pinggir-pinggirnya, tapi selama sudah ada tiang pancang ini, kami lihat banyak yang sudah keropos lantai pelabuhan. Malahan tadi ada sebagian tiang pancang pelabuhan bagian bawahnya sudah terpisah,” kata Ramli, Selasa (9/6) saat melakukan sidak di Pelabuhan Jetty Meulaboh, dengan didampingi Wakil Ketua DPRK Aceh Barat, Kamaruddin, serta Said Rizqi Saifan dan Ahmad Yani.

Melihat kerusakan pelabuhan jetty tersebut, pihaknya akan memanggil Perusahaan Daerah Pakat Beusaree selaku penanggung jawab pengelolaan pelabuhan, serta perusahaan bongkar muat (PBM) tiang pancang tersebut.

Selain itu, kata dia, untuk instansi terkait pihaknya akan memanggil Dinas Perhubungan yang dinilai bertanggung jawab terkait pelabuhan tersebut.

"PD Pakat Beusare dan Dinas Perhubungan bertanggung jawab untuk memperbaiki kembali kerusakan lantai dermaga jembatan. Kalau memang tidak diperbaiki, kami akan menempuh jalur hukum. Dalam waktu dekat ini akan kami panggil,” tegas Ramli.

Sementara itu, Kamaruddin menjelaskan secara lembaga pihaknya telah menolak dari awal terhadap penggunaan Pelabuhan Jetty Meulaboh untuk aktivitas pembongkaran tiang pancang.

“Dari awal kami sudah ingatkan jangan sampai seperti inilah. Hari ini kita lihat bersama-sama, ini siapa yang bertanggung jawab. Maka dari awal kami menolak aktivitas pelabuhan ini, untuk dibentuk regulasinya dulu jangan dilakukan bongkar muat sehingga terus dipaksakan,” kata Kamaruddin.

Menurut Kamaruddin, dilihat dari sisi keuntungan untuk masyarakat terhadap aktivitas sangat kecil, dan untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga belum tentu bisa didapatkan karena tidak ada regulasi yang mengatur terhadap pengelolaan pelabuhan oleh PD Pakat Beusare tersebut.

Bahkan, pria yang akrab disapa Hakam menduga pembongkaran tiang pancang tersebut adanya kepentingan pejabat.

“Kami dari dewan akan melapor ke Pemerintah Pusat, karena fasilitas pelabuhan ini yang lebih mengerti pemerintah pusat, bagaimana tatacara kelolanya," ucap Kamaruddin.

Komentar

Loading...