Unduh Aplikasi

Dermaga Pelabuhan Jetty Meulaboh Belum Diperbaiki, Ramli SE Ancam Lapor ke Kejati

Dermaga Pelabuhan Jetty Meulaboh Belum Diperbaiki, Ramli SE Ancam Lapor ke Kejati
Ramli SE saat melakukan sidang ke Pelabuhan Jetty Meulaboh. Foto: AJNN/Darmansyah Muda

ACEH BARAT - Kerusakan Pelabuhan Jetty Meulaboh pasca bongkar muat tiang pancang oleh PT Prolog Bumi Indonesia (PBI) pada awal Juni lalu hingga kini belum diperbaiki.

Menanggapi hal itu, Wakil ketua satu Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat, Ramli SE menyatakan dirinya melalui Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), DPRK setempat akan melaporkan PD Pakat Beusare ke aparat penegak hukum, lantaran diduga membiarkan kerusakan aset daerah.

"Kita dari fraksi PAN akan laporkan ini. Sekarang sedang kita lakukan perhitungan, kerugian akibat kerusakan tersebut," kata Ramli SE, kepada AJNN.

Dikatakan Ramli, dari awal pengelolaan pelabuhan tersebut dianggap tidak memiliki Memorandum of Understanding (MoU) yang jelas antara PD Pakat Beusare dengan perusahaan yang menggunakan pelabuhan tersebut.

Tidak hanya itu, kata dia, dari hasil penelusuran yang ia lakukan, Ramli menemukan ada potensi kerugian negara dalam pelabuhan negara. Pasalnya, kata dia, tidak jelas penerimaan daerah dari hasil penggunaan pelabuhan tersebut.

"Di sini kita lihat juga ada potensi kerugian. Sebab tidak ada laporan PAD (Pendapatan Asli Daerah) dari pengelolaan oleh Pakat Beusare berapa sisi laut dan berapa sisi darat, selain belum diperbaiki," ungkapnya.

Ramli menjelaskan, saat diminta pertanggungjawaban antara PD Pakat Beusare dan Perusahaan yang menggunakan jasa saling lepas tanggung jawab. Bahkan disebut Ramli, uang jaminan penggunaan jasa pelabuhan tersebut juga tidak jelas ada atau tidaknya distorkan perusahaan.

"Mungkin bulan sembilan atau bulan sepuluh ini kita laporkan. Bukan ke Kejari tapi langsung Kejati, biar nanti disana kita lihat," ujarnya.

Menanggapi pernyataan Ramli. Direktur PD PT Pakat Berusaree, Fajar Hendra Indriawan menyebutkan, perbaikan kerusakan bibir dermaga pelabuhan Jetty Meulaboh menjadi tanggung jawab perusahaan, sesuai dengan MoU.

Kata dia, pihak perusahaan sedang berupaya melakukan perbaikan, dan dalam minggu ini kemungkinan akan segera di perbaiki.

"Sebelumnya memang hendak diperbaiki oleh PT Prolog, tapi karena belum ada rekanan jadi tertunda," kata Fajar.

Fajar menyebutkan, perbaikan pelabuhan tersebut akan ditangani langsung okeh PT Indonesian Ocean Truck (IOT) selaku pemberi kontrak kegiatan kepada PT PBI.

Adanya kejelasan, IOT yang akan memperbaiki tersebut setelah dilakukan pertemuan antara PD Pakata Beusare, IOT serta Dinas Perhubungan Kabupaten Aceh Barat, di dinas tersebut kemarin.

Di jelaskan Fajar, menyangkut dengan PAD, dari kegiatan tersebut pihaknya bukan tidak menyetorkannya akan tetapi penyetorannya akan dilakukan di akhir tahun setelah dilakukan perhitungan.

"Perusahaan yang menggunakan jasa pelabuhan sudah membayarkan ke kita. Dan sekarang sudah kita lakukan pembukuan," ungkapnya.

Sedangkan untuk PBI, kata dia, perusahaan tersebut memang belum melakukan pembayaran terkait jasa penggunaan, sebab kata dia pihaknya bersama IOT akan melakukan perbaikan terlebih dahulu atas kerusakan bibir dermaga.

Setelah itu selesai, kata dia, baru pihak perusahaan melakukan pembayaraan, apalagi saat ini sebutnya perusahaan tersebut juga turut serta menyetorkan uang jaminan penggunaan pelabuhan sebesar Rp 170.000.000.

"Invoicenya juga sudah kita siapkan. Hanya saja karena mereka memperbaiki dulu pelabuhan, setelah itu baru kita lakukan penagihan," ungkap Fajar.

Komentar

Loading...