Unduh Aplikasi

Derita Tihawa, di usia senja

Derita Tihawa, di usia senja
Wpid 20141013 105053
PIDIE JAYA- Tihawa Arahman (89), salah satu warga Gampong Meunasah Mee Pangwa, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya sudah sepuluh tahun menempati rumah yang tidak layak huni.

Rumah yang ditempati Tihawa yang berukuran 3x4 meter berlantantaikan tanah, sebagaian dindingnya terbuat dari bambu sebagian lagi ditempel-tempel dengan papan bekas dan ada juga sebagian didindingi dengan pelepah rumbia. Rumah milik Tihawa tersebut apabila hujan turun atapnya bocor sehingga lantai rumahmya menjadi becek.

Rumah yang terletak tidak jauh dari tambak masyarakat Gampong Mee Pangwa tersebut telah empat kali mengganti atapnya yang terbuat dari atap daun rumbia karena dimakan usia dan dihempaskan angin.

Tihawa yang menempati gubuk 3x4 meter yang berlantaikan tanah yang listriknya dialiri dari tetangga tersebut saat ini sudah mulai sakit sakitan. Penyakit yang diderita perempuan lansia tersebut adalah rabun mata. Dia telah berobat kemanapun. Namun hasilnya tetap saja nihil.

Namun demikian, perempuan yang memiliki empat orang anak lelaki dan satu orang perempuan tersebut saat masih giat mengikuti pengajian pengajian, walaupun matanya tidak dapat melihat dengan jelas.

"Ubat yang ijok bak Pukesmas han item puleh mata lon (Obat yang diberikan di Pukesmas tidak dapat menyembuhkan penyakit mata saya). watee na beut di meunasah sabe lon ikot, adak pih lon dingo mantong ( kalau ada pengajian di meunasah saya selalu ikut, walau haya mendengarnya saja" katanya sedih.

Di usianya yang telah senja tersebut, Tihawa masih saja bergerak aktif  membuat kerajinan tangan berupa ayaman tikar dan membuat daun atap rumbia, biarpun hanya untuk kebutuhannya sendiri.

Akan tetapi, di usianya yang sudah berkepala sembilan tersebut belum pernah tersentuh bantuan apapun dari pemerintah, baik bantuan BLSM, bantuan rumah dhuafa, dan bantuan bantuan lainnya. Padahal untuk desanya telah dua kali turun bantuan rumah dhuafa.

"Yang ada dapat cuma bantuan raskin, itu pun karena kebijakan Gampong membegi rata raskin bagi warga Gampong," timpal anaknya, Syamaun Usman (49).

Penerima rumah bantuan dhuafa yang turun ke desanya,  kondisi ekonomi dan kondisi rumahnya bila dibandingkan dengan Tihawa, kondisinya masih sangat layak milik dua penerima bantuan rumah dhuafa di Gampong Mee Pangwa tersebut.

Akan tetapi, kerena ada pertimbangan dari perangkat Gampong maka bantuan rumah dhufa yang turun ke desanya tersebut diberikan kepada penerima yang masih bisa dikatakan berkecupan.

"Pertimbangannya, karena penerima bantuan rumah dhuafa tersebut memiliki banyak anak," sambung anak Tihawa lagi. Juga dengan pertimbangan dirinya sebagai seorang Kadus di desanya sehingga takutnya menjadi perbincangan banyak orang, " itu memang sudah di urus buatorang tuanya," sebut Syamaun.

Tihawa sangat mengharapkan pemerintah Pidie Jaya di bawah Pimpinan H. Aiyub Abbas dan Pemerintah Aceh di bawah Pimpinan dr. Zaini Abdullah dapat membantu rumah untuknya.

IKHSAN PM

Komentar

Loading...