Unduh Aplikasi

Derita Bocah Yatim Piatu Nurmalayani

Derita Bocah Yatim Piatu Nurmalayani
Nurmalayani (1), terbaring tak berdaya di RSUZA Banda Aceh

ACEH UTARA - Nurmalayani terbaring tak berdaya. Bocah berusia satu tahun asal Dewantara, Aceh Utara tersebut divonis dokter mengalami kelebihan cairan otak. Kini bocah yatim tersebut saban hari menahan sakit di ruang Arafah, Rumah Sakit Umum Zainal Abidin Banda Aceh.

"Sedih sekali melihat kondisinya. Kata dokter ia mengalami kelebihan cairan di kepala" ujar Abu Bakar, Paman Nurmalayani dengan nada terbata kepada AJNN, Minggu, (7/1).

Kesedihan makin terasa tak kala dalam kondisi terpasang infus, bocah Nurmalayani tak bisa mendapatkan belai kasih sayang kedua orang tuanya.

"Ayahnya meninggal saat Nurmalayani masih enam bulan dalam kandungan. Sedang sang ibu menyusul sang ayah ketika usianya masih lima bulan," ungkap Abu Bakar.

Awalnya Nurmalayani tumbuh nirmal layaknya balita lainnya. Namun, korban diduga pernah terjatuh saat masih bayi, dan kini harus menghadapi kenyataan divonis kelebihan cairan otak.

Sekarang Nurmalayani hanya punya kakak kandung Fatimahzuhra yang berusia tiga tahun. Bersama sang paman, Abu Bakar yang setia merawatnya.

"Saya baru sebulan pulang sebagai TKI di Malaysia. Keputusan ini saya ambil karena tidak ada lagi yang menjaga dan memberi kasih sayang kepada keponakan saya. Kakanya juga masih kecil," sebutnya lagi.

Kini saban hari, hanya Abu Bakar lah yang merawat korban. Abu Bakar mulai kesulitan mencari dana selama merawat Nurmalayani. Apalagi sejak pulang dari perantauan, ia belum mendapatkan pekerjaan di Aceh.

Bagi saudara sekalian yang ingin meringankan beban derita Nurmalayani, dapat datang langsung ke Kamar 7, Ruang Arafah, tempat sang bocah yatim piatu terbaring menahan sakit. Atau dapat menghubungi langsung pihak Rumah Sakit Zainal Abidin.

Komentar

Loading...