Unduh Aplikasi

Deputi Kepala BI: Ekonomi Syariah Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Deputi Kepala BI: Ekonomi Syariah Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru
Foto: Ist

BANDA ACEH - Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh Teuku Munandar menyebutkan ekonomi syariah muncul sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru di tengah-tengah pertumbuhan ekonomi dunia yang sedang melambat dalam beberapa tahun terakhir akibat berbagai faktor seperti perang dagang, kondisi geopolitik di Timur Tengah, serta isu Brexit, ekonomi syariah muncul sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.

"Banyak negara di dunia baik negara muslim maupun nonmuslim yang sedang mengembangkan industri halal agar bisa merebut pasar global," kata Teuku Munandar saat menjadi narasumber acara Seminar dan Sosialisasi Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS) di Meulaboh, Jumat (6/9)

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Bupati Aceh Barat ini terselenggara berkat kerjasama Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Pegadaian, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FK-IJK), dan Pemuda Muhammadiyah Aceh Barat.

Lebih lanjut Munandar menyampaikan bahwa berdasarkan data Global Economic Report 2018/2019, total nominal transaksi industri halal di dunia yang terdiri dari sektor pariwisata, makanan, keuangan, fashion, media dan rekreasi, farmasi, serta kosmetik pada tahun 2017 mencapai USD 2,1 miliar, dan diperkirakan pada tahun 2023 akan mencapai USD 3,01 miliar.

Kata dia, peranan Indonesia saat ini lebih kepada konsumen terbesar dalam industri halal, sementara sebagai produsen kedudukan Indonesia masih kalah dari Malaysia serta negara Timur Tengah. Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar didunia yang mencapai 215 juta jiwa, serta pengeluaran pada sektor syariah yang mencapai USD 218,8 miliar pada tahun 2017, menjadikan Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama dalam industri halal global.

"Untuk mencapai hal tersebut, dibutuhkan strategi yang tepat dan didukung oleh berbagai pihak termasuk industri keuangan syariah. Dari sinilah terlihat bahwa implementasi Qanun LKS di Aceh akan memberikan kontribusi dalam pengembangan industri halal Indonesia," katanya

Dia menyebutkan, beberapa manfaat yang diperkirakan akan diperoleh dari implementasi Qanun LKS apabila dilaksanakan dengan benar dan konsisten diantaranya adalah mendorong pertumbuhan ekonomi, stabilitas sistem keuangan yang lebih terjaga, mendorong berkembangnya industri halal, peningkatan pangsa keuangan syariah, serta tentunya yang paling utama adalah menghindari masyarakat Aceh dari transaksi riba.

Selain dari BI, narasumber pada acara yang dilangsungkan di Aula Sekdakab Aceh Barat tersebut berasal dari akademisi yang juga tim ahli DPRA dalam penyusunan Qanun LKS, yaitu Prof. Nazaruddin A. Wahid.

Dalam paparannya Prof. Nazaruddin menyampaikan filosofi dari Qanun No. 11 Tahun 2018 tentang LKS, serta aturan-aturan yang tertuang dalam qanun. Agar qanun dapat terimplementasi dengan baik, Prof. Nazaruddin menyebutkan bahwa diperlukan Peraturan Gubernur dan Peraturan Bupati/Walikota sebagai ketentuan pelaksana, diantaranya terkait pembentukan Dewan Syariah Aceh.

Sementara Ketua MES yang sekaligus Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman SE, Ak., MM sebagai keynote speaker menyampaikan bahwa sebagai provinsi yang menjalankan prinsip syariat Islam, sudah semestinya transaksi di Aceh harus berlandaskan syariat Islam. Oleh karenanya Aminullah mengajak seluruh lembaga keuangan di Aceh agar segera melakukan konversi ke syariah.

"Pemko Banda Aceh telah melakukan langkah konkret dalam upaya mengembangkan ekonomi syariah dan menghilangkan transaksi riba di Banda Aceh, yaitu melalui pembentukan Lembaga Keuangan Mikro Syariah Mahirah Muamalah. Kehadiran LKMS tersebut diharapkan dapat membantu pengusaha kecil yang selama ini kesulitan mendapatkan akses permodalan, dan bahkan terjerat dengan rentenir," katanya.

Menurut ketua panitia acara yang juga Vice President PT. Pegadaian Area Aceh, Ferry Hariawan, kegiatan di Meulaboh ini merupakan sosialisasi yang ketiga kalinya setelah sebelumnya diadakan di Sabang dan Lhokseumawe. Selanjutnya direncanakan akan diadakan kegiatan serupa di dua kabupaten/kota lainnya di Aceh.

iPustakaAceh

Komentar

Loading...