Unduh Aplikasi

Denyut Perekonomian Kawasan Wisata Ulee Lheue

Denyut Perekonomian Kawasan Wisata Ulee Lheue
Foto: M. Abrar

BANDA ACEH - Memasuki kawasan Ulee Lheue, Banda Aceh, pengendara disambut dengan puluhan pedagang yang menjajakan dagangan, di sepanjang badan jalan. Pemandangan ini, dapat dijumpai saban hari menjelang sore.

Masyarakat diberi pilihan. Selain pedagang kaki lima, di kawasan ini juga terdapat tempat nongkrong kekinian ala cafe. Beragam menu ditawarkan, mulai dari tradisionil hingga masakan western (barat) yang dipadankan selera lidah orang Indonesia.

Denyut perekonomian sangat dirasakan di kawasan ini. Pedagang sibuk melayani pembeli yang datang silih berganti. Pembelinya beragam, mulai dari muda-mudi sampai keluarga yang ingin menikmati suasana sunset, atau hanya sekedar melepas kepenatan setelah seharian beraktifitas.

Asap mengepul ke udara, Muhktaruddin, seorang pedagang tampak membolak-balikan dagangan bakso bakarnya. Di sudut tempat pemanggang, kipas angin kecil terlihat berkerja ekstra, meniup bara api agar selalu menyala.

Bumbu andalan mulai diolesi oleh Mukhtar, baunya tertiup perlahan dari kipas angin kecil ke indra penciuman, menggoda pembeli agar singgah mencicipi lezatnya bakso bakar itu. Dari sisi harga juga cukup terjangkau.

"Lima ribu enam tusuk dek. Kami buka jam 16.00 WIB sampai dengan 18.00 WIB. Alhamdulillah, rata-rata penjualan sehari sekitar 1000 tusuk. Di hari libur, bahkan bisa dua kali lipat," ujar Mukhtar ramah saat diwawancarai, Rabu (11/3).

Tak jauh beranjak, pemandangan yang sama juga terlihat. Namun, kali ini seorang pedagang jagung bakar, Najib namanya. Ia mengungkapkan, jika ia sudah sembilan tahun berjualan disana.

Penuturan Najib, ia mulai berjualan sejak sore hingga menjelang tengah malam. Selain itu, ia juga menyediakan minuman sepeti air mineral dan kelapa muda. Cukup nikmat saat disantap dengan jagung bakar, di kursi santai yang tersusun rapi di trotoar jalan.

"Kalau dihari biasa, biasanya pendapatan abang sekitar Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu per hari. Menutupilah, kebutuhan sehari-hari," tutur Najib.

Sementara, Zakaria, seorang pedagang rujak di kawasan itu juga mengungkapkan hal nyaris senada. Penghasilannya dari olahan buah segar dengan bumbu kacang, ditambah cabai rawit untuk menambah rasa pedas itu, mencapai Rp 1,5 juta per hari.

Meski penghasilan berbeda-beda, namun secara keseluruhan para pedagang itu dapat menjaga dapurnya agar selalu mengepul. Manusia, hanya perlu berusaha lalu bersyukur. Sebab, dalam sebuah ayat Allah berfirman akan menambah nikmat hambanya bagi yang mampu bersyukur. Wallahualam Bis Shawab[]

M. Abrar
Penulis adalah peserta pelatihan jurnalistik dan magang santri yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Dayah Aceh.

Komentar

Loading...