Unduh Aplikasi

Demokrat Minta Pilkada 2022 dan 2023 Tetap Dilaksanakan, Fuadri: Patut Dipertimbangkan

Demokrat Minta Pilkada 2022 dan 2023 Tetap Dilaksanakan, Fuadri: Patut Dipertimbangkan
Ilustrasi. Foto: Net

BANDA ACEH - Partai Demokrat beberapa hari lalu mengusulkan agar Pilkada 2022 dan 2023 tetap dilaksanakan dan tidak digabung dengan Pileg dan Pilpres 2024.

Usulan tersebut diutarakan lantaran dinilai terbukti ketika baru Pileg dan Pilpres yang disatukan pada tahun 2019 lalu, telah memakan korban 894 petugas meninggal dunia dan 5.175 petugas mengalami sakit.

Menanggapi hal tersebut Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Fuadri mengatakan usulan tersebut patut dipertimbangkan.

"Menurut saya itu patut dipertimbangkan oleh Badan Legislasi DPR RI," kata Fuadri saat dihubungi AJNN, Senin (18/1).

Selain menghemat anggaran sambungnya, dari sisi pelaksanaan dan pemantauan hasil pemilihan juga lebih efektif dan efesien.

"Penggunaan anggarannya nggak tersedot terus satu tahun," kata politisi Partai Amanat Nasional ini.

Menurutnya, bukan hanya Demokrat saja yang memiliki persepsi yang sama.

Sebab kata Fuadri, tak tertutup kemungkinan ada partai lain memberikan pendapat sama.

"Karena inikan belum diminta pendapat fraksi lagi," sebutnya.

Artinya, pendapat fraksi terkait dengan rencana pemilu nasional dan daerah belum dimintai tanggapan.

"Saya pikir apa yang fleksibel agar mempertimbangkan juga usulan Demokrat. Artinya kalau Pilpres dan Pileg 2024, maka harus dibuka peluang juga kalau Pilkada itu 2022 dan 2023," pungkasnya.

Komentar

Loading...