Unduh Aplikasi

Demokrat Aceh akan Pecat Kader Yang Tak Loyal pada Pimpinan

Demokrat Aceh akan Pecat Kader Yang Tak Loyal pada Pimpinan
Dalimi. Foto: IST.

BANDA ACEH - Wakil Ketua DPD I Partai Demokrat Aceh, Dalimi mengungkapkan pihaknya sedang menunggu putusan DPP Partai Demokrat terhadap kader yang menghadir acara Kongres Luar Biasa (KLB) ilegal di Deli Serdang pada 5 Maret 2021 lalu. 

Menurut Dalimi, jika ada kader Partai Demokrat yang tidak loyal terhadap pimpinan maka akan berikan saksi tegas berupa pemecatan terhadap kader tersebut.

"Kita sedang menunggu putusan dari DPP, tapi biasanya jika ada kader yang tidak loyal pada pimpinan akan diberikan saksi tegas, yaitu pemecatan," kata Dalimi, saat dihubungi AJNN, Jumat (26/3).

Baca: Demokrat Ungkap Sejumlah Nama Yang Terlibat Kelompok "Begal Politik" di Aceh

Sebelumnya, Wakil Ketua DPD I Partai Demokrat Aceh, Dalimi menyampaikan bahwa ada beberapa Calon Legislatif (Caleg) gagal dan mantan kader Partai Demokrat yang telah pindah ke partai lain diduga hadir ke acara Kongres Luar Biasa (KLB) ilegal di Deli Serdang pada tanggal 5 Maret 2021 yang lalu. 

"Dari bukti dokumentasi, ada beberapa "Begal politik" Partai asal Aceh, yang diduga hadir pada KLB abal-abal di Deli Serdang lalu," ungkap Dalimi dalam keterangan pers kepada AJNN, Jum'at (26/3/2021) di Banda Aceh. 

Menurut Dalimi, mereka yang tampak hadir dalam kegiatan KLB ilegal tersebut diantaranya, M. Azhari Caleg gagal DPR RI 2014, T. Iskandar Daod Caleg gagal DPR RI 2019, Edi Obama (Edi Saputra) mantan Ketua DPC Bireuen yang telah pindah partai dan Marzuki alias Cek Ki Caleg gagal DPRK Pidie Jaya 2019.

Selain itu, kata Dalimi ada juga M. Hasbi Caleg gagal DPRA 2019 Lhokseumawe, Tarmizi Age Caleg gagal DPRK Bireuen dan Nur Fuadi ketua timses Iskandar Daod pada Pemilihan Legislatif (Pileg) lalu serta beberapa mantan kader lainnya”, ujar Dalimi. 

Baca: Tanggapi Pernyataan Dalimi, Edi Obama Minta Semua Pihak Tabbayun

Dalimi juga mengatakan bahwa para "begal politik" tersebut telah memberikan contoh buruk tentang demokrasi bagi generasi muda di Aceh. Mereka kata Dalimi, sebenarnya sudah pernah diberi kesempatan besar dan menikmati berbagai jabatan melalui Partai Demokrat karena jasa Pak SBY sebagai tokoh Perdamaian Aceh.

"Ketika gagal nyaleg, kini mereka berduyun-duyun ikut dalam gerombolan 'begal politik' yang merampok, menghina dan memfitnah SBY serta Ketum AHY. Mereka adalah contoh buruk bagi generasi muda Aceh dalam berdemokrasi," ujar Dalimi.

Pemkab Bener Meriah _Ramadhan

Komentar

Loading...