Unduh Aplikasi

Demokrasi Jangan Mati di Tangan Polisi

Demokrasi Jangan Mati di Tangan Polisi
Ilustrasi: the atlantic

KITA tentu tak berharap demokrasi di negeri ini mati. Namun ancar-ancarnya, kematian demokrasi di negeri ini akan terjadi. Lebih miris lagi, kematian ini justru terjadi di tangan kepolisian. Elemen penting yang diharapkan dapat menegakkan hukum demi menyelamatkan demokrasi. 

Tanda-tanda itu terlihat saat polisi menangkap Rusdi N, Warga Desa Suak Pante Breuh, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat. Dia ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian sektor setempa karena berunjuk rasa. 

Rusdi, bersama warga lainnya, mempertanyakan dana Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) yang diduga tidak tepat sasaran. Pengelolaannya pun tidak transparan. Padahal, menurut aturan, penggunaan dana desa untuk covid-19 harus dilakukan secara akuntabel dan transparan.  

Rusdi dan warga lainnya juga menggugat aparatur desa dalam demonstrasi itu karena dinilai tidak transparan dalam mengelola dana desa. Namun ternyata, protes ini dianggap sebagai tindakan pidana yang mendorong Kepolisian Sektor Samatiga bertindak garang, seolah-olah mereka berhadapan dengan para kriminal.

Aksi aparatus negara itu mencerminkan tidak adanya sikap demokratis yang seharusnya mereka lakukan. Sebagai representasi negara, aparatur negara telah mencederai Indonesia yang mengklaim sebagai sebuah negara demokrasi. 

Polisi tak boleh menganggap demonstrasi sebagai bentuk pembangkangan. Sama seperti pemilihan umum, yang menghabiskan banyak uang, protes dan kritik juga menjadi elemen penting dan sebuah ciri khas dalam sebuah negara demokrasi. 

Karena itu, Kepala Kepolisian Resor Aceh Barat harus penetapan Rusdi sebagai tersangka. Karena seharusnya, polisi berterima kasih kepada Rusdi dan warga lain yang mengungkapkan dugaan kecurangan. 

Ini artinya, polisi mendapatkan kesempatan untuk menegakkan hukum. Minimal memeriksa oknum aparat yang diprotes warga karena diduga menyalahgunakan kewenangannya. Jika setiap protes harus dihadapkan dengan tangan besi, demokrasi akan mati, perlahan-lahan di tangan polisi.

Komentar

Loading...