Unduh Aplikasi

Demo Tuntut Ahok Ricuh, GSI: Joko Widodo Harus Bertanggung Jawab

Demo Tuntut Ahok Ricuh, GSI: Joko Widodo Harus Bertanggung Jawab
Peristiwa kericuhan yang terjadi di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (4/11) malam. Foto: republika.co.id

BANDA ACEH - Gerakan Selamatkan Indonesia (GSI) Provinsi Aceh mengecam langkah Presiden Joko Widodo dalam menangani demonstrasi Bela Islam di Jakarta. GSI menilai Joko sengaja mengulur-ulur waktu penangkapan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang menyulut kemarahan massa.

“Kericuhan ini adalah tanggung jawab Presiden, Menkopolhukam, dan Kapolri yang tidak memberikan kepastian hukum terhadap penista agama, sebagaimana yang dituntut para demonstran,” kata Hayatullah Khumaini, Koordinator GSI Aceh, Jumat (4/11).

Akibat bentrokan ini, sedikitnya 30 demonstran dilarikan ke Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Termasuk Ustaz Arifin Ilham. Hayatullah menilai kericuhan ini tidak akan terjadi jika Joko bertindak benar dan berani menghadapi para perwakilan demonstran.

“Jelas sekali bahwa Jokowi menganggap sepele masalah ini. Inilah yang menjadi penyebab utama kerusuhan di lapangan hari ini,” kata Hayatullah.

Jokowi, kata Hayatullah, terus memberikan perlindungan kepada Ahok. Dan kata-kata wakilnya, Jusuf Kalla, yang mengungkapkan janji Kepala Polri Tito Karnavian untuk menuntaskan kasus ini dalam dua pekan, adalah upaya untuk mengulur dan memecah massa.

Hayatullah juga mengecam tindakan represif kepolisian dalam penangganan aksi 4/11. Hayatullah melihat polisi memberlakukan standar ganda. Di satu sisi, kata dia, polisi gagah dan sigap menghadapi massa Islam. “Tapi saat berhadapan dengan Ahok si penista Islam, polisi gagap,” kata Hayatullah.

Komentar

Loading...