Unduh Aplikasi

Demo Tolak PT EMM Juga Berlangsung di Aceh Barat

Demo Tolak PT EMM Juga Berlangsung di Aceh Barat
Unjuk rasa mahasiswa yang tergabung dalam AMBGB diwarnai aksi bakar ban

ACEH BARAT - Seribuan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Bela Generasi Beutong Benggala (AMBGB) berunjuk rasa menuntut izin perusahaan pertambangan emas PT Emas Mulia Murni (EMM) dicabut.

Aksi yang diwarnai bakar ban tersebut berlangsung di Simpang Pelor Meulaboh atau tepatnya di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat pada Rabu, (10/4).

Koordinator aksi Masykur mengatakan aksi yang dilakukan para mahasiswa tersebut sebagai solitdaritas mereka dalam menyelamatkan alam Beutong Ateuh. Dalam aksi tersebut, massa juga mendesak agar majelis hakim Pengadilan Tinggu Usaha Negara (PTUN) Jakarta memenangkan gugatan masyarakat Beutong Benggala.

“Alasan kuat kami menolak kehadiran perusahaan tambang PT. EMM karena kami melihat kehadiran perusahaan tersebut akan berdampak terhadap ekologi, ekonomi dan sosial masyarakat,” kata Masykur.

Untuk dampak Ekologi, kata dia, berimbas pada lingkungan hutan, dan sungai karena akan tercemar bahan kimia. Menurutnya bukan hanya masyarakat Beutong Benggala yang merasakan dampak ekologi dari pencemaran lingkungan sungai namun juga berdampak kepada Aceh Barat, lantaran hulu sungai Krueng Meureubo berada di Beutong Ateuh Banggala.

Perseoalan lain, kata dia, kehadiran perusahaan tersebut tidak akan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar, bahkan berdampak pada hilangnya lahan pertanian, dan perkebunan masyarakat Beutong Ateuh Banggala karena masuk dalam kawasan pertambangan.

“Pemerintah selalu berkampanye dengan hadirnya perusahaan di suatu wilayah guna meningkatkan perekonomian rakyat. Kami tidak melihat dengan hadirnya perusahaan dapat meningkat perekomian rakyat, melainkan hancurnya perekonomian rakyat, bahkan tidak sedikit konflik sosial yang terjadi antara masyarakat dengan perusahaan dan begitu banyak contoh konflik itu terjadi,” ungkapnya.

Meski kehadiran perusahaan itu berdampak pada lapangan kerja, namun tidak banyak yang menikmatinya bahkan kalau pun mereka bekerja diperusahaan tersebut paling hanya menjadi buruh biasa dengan jabatan seperti satuan pengamanan.

Adapun gabungan AMBGB terdiri dari BEM Teknik Universitas Teuku Umar, DEMA STAIN TDM, BEM Ekonomi Universitas Teuku Umar, UKM Pramuka Universitas Teuku Umar, HIMMA Fak. Ekonomi Universitas Teuku Umar, HIMA-IH FISIP Universitas Teuku Umar, HIMASOS FISIP Universitas Teuku Umar, HIMAKOM FISIP Universitas Teuku Umar , KPW SMUR Aceh Barat, GAPELMABDYA, HIMASUB HMI Komisariat FISIP Universitas Teuku Umar.

Komentar

Loading...