Unduh Aplikasi

Demo Mahasiswa Tolak Omnibus Law di DPRK Lhokseumawe Ricuh

Demo Mahasiswa Tolak Omnibus Law di DPRK Lhokseumawe Ricuh
Aksi unjuk rasa mahasiswa di DPRK Lhokseumawe. Foto: AJNN/Sarina

LHOKSEUMAWE - Seribuan mahasiswa yang sebelumnya melakukan aksi unjuk rasa di Tugu Rencong, Kota Lhokseumawe mendatangi Gedung DPRK setempat.

Pantauan AJNN, Tim gabungan dari Polres Lhokseumawe dan Satuan Polisi Pamong Praja serta Wilayatul Hisbah melakukan pengawalan ketat di kawasan gedung tersebut.

Ketika koordinator ingin menyampaikan aksi, tiba-tiba aksi saling lempar menggunakan air mineral dan sejumlah benda lainnya terjadi antar mahasiswa di samping gedung DPRK Lhokseumawe.

Baca: Tolak Omnibus Law, Seribuan Mahasiswa Unjuk Rasa di Lhokseumawe

Belum diketahui pasti penyebab kericuhan tersebut, akan tetapi aparat keamanan dan penanggungjawab aksi mencoba melerai kericuhan itu.

Hingga pukul 11.54 WIB, aksi unjuk rasa masih berlangsung di depan gedung DPRK Lhokseumawe.

Sebelumnya, seribuan mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus dan Organisasi Mahasiswa Pase melakukan unjuk rasa di depan Tugu Rencong, Kota Lhokseumawe, Kamis (8/10). 

Aksi tersebut dilakukan mahasiswa guna untuk menolak pengesahan Omnibus Law atau Undang-Undang Cipta Kerja. Amatan AJNN aksi tersebut pengamanan dikawal personil Polres Lhokseumawe.

 Setelah melakukan orasi di Tugu Rencong, massa mendatangi gedung DPRK Lhokseumawe Koordinator Lapangan, Jamaluddin mengatakan, Indonesia kembali berduka karena DPR-RI tidak menggubris aspirasi rakyat terkait RUU kontroversial yang disahkan tersebut. 

"Tiga hari lalu menjadi hari penuh sejarah dan penuh dosa yang dilakukan oleh DPR-RI, karena mengesahakn RUU Omnibus Law dalam rapat paripurna menjadi undang-undang," katanya

Komentar

Loading...