Unduh Aplikasi

Demo Lagi, Pemkab Singkil Didesak Nonaktifkan Kadis Kesehatan

Demo Lagi, Pemkab Singkil Didesak Nonaktifkan Kadis Kesehatan
DPD Alamp Aceh Singkil demo tuntut non aktifkan Kepala Dinas Kesehatan, Rabu (11/11). Foto: AJNN/Khairuman

ACEH SINGKIL - Dewan Pengurus Daerah Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (DPD Alamp Aksi) Aceh Singkil menggelar aksi demo meminta agar bupati menonaktifkan dan menahan Kepala Dinas Kesehatan EW, karena sudah menjadi tersangka Rabu (11/11).

DPD Alam Aksi yang diketuai Hardinata Simamora tersebut juga mendesak Kejari Aceh Singkil agar tidak menganak emaskan tersangka kasus perambahan hutan produksi di Desa Tran Cikala, Kecamatan Suro.

Aspirasi itu disampaikan secara tertulis karena aksi demo dilakukan secara tutup mulut dengan lakban. Massa juga meminta Ketua DPRK membatalkan pengadaan mobil dinas karena situasi ekonomi masyarakat dalam keadaan terpuruk.

Aksi demo itu ditanggapi Asisten I Setdakab Aceh Singkil Junaidi, karena Bupati Aceh Singkil Dulmusrid, sedanga tidak berada di tempat.

Junaidi mengatakan terkait kasus Kadis Kesehatan tersangkut kasus perambahan hutan itu sudah diproses dan sudah ditanda tangani untuk diserahterimakan kepada Pelaksana Tugas (Plt).

Terkait pembatalan pengadaan mobil 
dinas pihak eksekutif dan legislatif akan terus berkoordinasi apabila kondisi ekonomi masyarakat tidak memungkinkan, maka dirundingkan secara bijak.

Menanggapi aksi demo itu juga ditanggapi oleh Kepala BKPSDM Aceh Singkil, Ali Hasmi, bahwa tuntutan untuk menonaktifkan untuk Plt sudah dilaksanakan.

"Terimakasih kepada adik-adik kami yang sangat peduli dengan Pemerintahan Aceh Singkil, tuntutan adik-adik sudah kami laksanakan dan hari ini kami bacakan," ujarnya.

Ketua Alamp, Alsi Hardinata Simamora, menyayangkan pernyataan perwakilan Pemkab Aceh Singkil yang selalu mengatakan masih dalam proses.

"Padahal putusan 45 hari, Kadis Kesehatan sudah menjadi tersangka, ini namanya janji yang tidak tertulis, bila tidak terlaksana lagi kami tidak percaya dengan pemerintah saat ini," tegasnya.

"Masyarakat sudah penyakit gula akibat janji-janji bupati sehat, cerdas dan sejahtera  yang terus digaungkan," ungkapnya.

Menurut Kadis Kesehtaan seharusnya sudah dinonaktifkan, tapi selama ini bahasa yang keluar ketika ditanya selalu diskusi, koordinasi berkali kali, tapi belum berhasil.

"Makanya kami minta kadis segera dinonaktifkan," ujarnya.

Terkait pengadaan mobil dinas, kata Alsi, suatu tamparan keras bagi masyarakat, dan pejabat tetap memaksakan membeli mobil sama saja dengan mengejek masyarakat.

"Tahun 2021 kedepan  seharusnya pemulihan, bukan pengadaan, kalau kelebihan anggaran silahkan beli mobil dinas," ujarnya.

|KHAIRUMAN

IKLAN HPI
Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...