Unduh Aplikasi

Demo Kantor DPRK Aceh Utara, Mahasiswa Kecam Penembakan di Kantor Bawaslu RI

Demo Kantor DPRK Aceh Utara, Mahasiswa Kecam Penembakan di Kantor Bawaslu RI
Demo di depan Kantor DPRK Aceh Utara. Foto: AJNN.Net/Sarina

LHOKSEUMAWE – Sejumlah massa yang tergabung dalam organisasi mahasiswa (Ormawa) Lhokseumawe dan Aceh Utara melakukan aksi damai di depan kantor DPRK Aceh Utara, Kamis (23/5).

Dalam aksi tersebut, mahasiswa mengecam penembakan yang dilakukan oleh oknum kepolisian di depan Kantor Bawaslu Republik Indonesia.

Pantauan AJNN, titik kumpul awal aksi tersebut di halaman Masjid Islamic Centre, kemudian menuju ke Tugu Rencong, lalu ke depan Taman Riyadah Kota Lhokseumawe dan berakhir di depan kantor DPRK Aceh Utara.

Koordinator Utama, Muhammad Fadli mengatakan, ada sejumlah desakan yang disampaikan dalam aksi tersebut. Aksi itu juga bertemakan dengan Selamatkan Indonesia Jilid II yang dilaksanakan di Kota Lhokseumawe.

“Adapun yang kita desak dalam aksi hari ini yaitu tegakkan supremasi hukum sesuai pasal 1 ayat 3 UUD 1945 karena kita lihat hukum tidak berjalan dengan konstitusi yang ada,” katanya.

Selanjutnya, sambung Fadli, implementasi pasal 28 E ayat 1 UUD 1945 tentang persamaan hak dihadapan hukum, selain itu implementasi pasal 28 E ayat 3 UUD1945 tentang kebebasan berpendapat.

“Kami juga mendesak evaluasi pemilu serentak pileg dan pilpres, selain itu juga harus mengevaluasi kinerja Kapolri, karena kita lihat saat ini Polri tidak melakukan sesuai peraturan yang ada, mereka menembak demonstran, dan kami sangat mengecam terhadap tindakan yang dilakukan oknum tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, Presiden Mahasiswa Unimal, Raihan mengatakan, pihaknya juga mendesak Komnas HAM agar menginvestigasi terkait dengan kasus pelanggaran HAM tersebut. Dan, pihaknya juga meminta agar kasus itu diusut tuntas hingga mendalam siapapun itu pelakunya.

“Siapapun itu pelakunya harus diusut tuntas dan benar-benar ditangkap karena ini menyangkut dengan masyarakat Indonesia dan sudah melanggar HAM,” ujarnya.

Ketua Umum HMI, Lhokseumawe menuntut kepada tokoh kebangsan baik itu calon presiden 01 dan 02, DPR, MPR harus melakukan konsolidasi kebangsaan karena dengan kondisi saat ini hanya itu yang bisa menyelesaikan permasalahan tersebut.

Saat anggota DPRK Aceh Utara menemui massa yang melakukan aksi tersebut, mahasiswa juga melakukan tepung tawari (peusijuk) tiga anggota DPRK itu.

Aksi damai mahasiswa di Kota Lhokseumawe. Foto: AJNN.Net/Sarina

Komentar

Loading...