Unduh Aplikasi

Demo di DPRK Bireuen Berakhir Ricuh

Demo di DPRK Bireuen Berakhir Ricuh
Massa membakar ban dalam aksi menuntut penyelidikan dugaan ijazah Bupati Bireuen yang diduga palsu
BIREUEN - Unjuk rasa Mahasisswa dan LSM di gedung DPRK Bireuen berakhir ricuh, Selasa (06/10).

Kericuhan disebabkan anggota DPRK setempat menolak menandatangani tuntutan massa yang meminta dibentuknya Panitia Khusus (Pansus) untuk mengusut kasus dugaan ijazah palsu Bupati Bireuen, H Ruslan M Daud.

Akibatnya ratusan massa  yang kecewa mulai terlibat aksi saling dorong dengan petugas Polisi dan Satpol PP.

Ketegangan tak berhenti sampai di situ, massa yang semakin kecewa akhirnya menggembok pintu masuk kantor DPRK menggunakan rantai besi dan membakar tiga unit ban mobil di lokasi itu.

“Kami tidak menuduh bupati ijazah palsu atau bukan, tapi kami minta dewan membentuk pansus, untuk mengungkapkan kebenaran apakah ijazah bupati asli atau palsu, supaya tidak meresahkan masyarakat,” teriak salah seorang orator bernama Fadil.

Pada pintu pagar yang digembok itu juga dipasang sebuah poster bertuliskan "Kantor ini telah disegel dan diambil alih oleh masyarakat Bireuen".

Aksi itu pun sontak mengundang perhatian pengguna jalan yang terkejut melihat kepulan asap hitam dan kerumunan massa. Akibatnya terjadi kemacetan di sepanjang jalan di depan gedung tersebut.

"Kami tidak menginginkan perwakilan partai politik, kami menginginkan kejelassan dan komitmen atas nama DPRK untuk membentuk pansus dugaan Ijazah palsu, kami butuh bukti dengan menandatangani petisi ini, kami tidak butuh janji janji karena isu tersebut sudah meresahkan Masyarakat," ujar Murni M.Nasir seorang peserta aksi dalam orasinya.

Massa yang menamakan diri "Bireuen Masuk Akal" itu kemudian membubarkan diri dengan teriakan ancaman akan kembali melakukan aksi dengan jumlah massa yang lebih banyak.

(SAFRI MS)

Komentar

Loading...