Unduh Aplikasi

Demo anti korupsi, IMM Abdya persembahkan puisi untuk Kajari

ACEH BARAT DAYA – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Aceh Barat Daya (Abdya) bacakan puisi untuk Kejari Blangpidie saat melakukan demontrasi di halaman kantor Kejari Blangpidie Selasa (9/12).

Puisi tersebut dibacakan saat Kepala Kejaksaan tinggi menemui mereka di halaman gedung, sesekalinpara demstran berteriak disela sela bacaan bait puisi itu

Berikut petikannya,

Wahai penguasa, pejabat dan wakil rakyat yang terhormat, Tidakkah hatimu pilu bila melihat pondasi bangunan rumahmu negaramu hancur. Tidakkah hatimu pilu bila melihat kekayaan negara dikorupsi beramai-ramai untuk keuntungan pribadi. Tidakkah hatimu pilu bila aparat semakin hari lebih hannya memperhatikan ketebalan dompet sendiri daripada jiwa melayani bagi masyarakat dan bangsa.

Tidakkah hatimu pilu bila tidak ada aparat yang berani berkorban untuk mengatasi permasalahan di masyarakat tetapi malah membuat permasalahan sebagai komoditas yang mampu diperdagangkan dibawah meja. Tidakkah hatimu pilu bila dana yang dipakai untuk pendidikan bangsa dan negara khususnya bagi rakyat miskin dikorupsi secara berjamaah.

Tidakkah hatimu pilu bila dana yang dipakai untuk kesehatan masyarkat di nusantara khususnya bagi rakyat miskin disunat secara masal dari atas ke bawah. Tidakkah hatimu pilu bila dana pembangunan bangsa dan negara khususnya bagi rakyat miskin dimakan oleh koruptor baik yang kelas kakap maupun kelas teri.

Mengapa yang kau cemakans hanya kursimu yang empuk, kasurmu yang tebal, egois hatimu yang senantiasa seperti serigala mencari mangsa, dan pikiran yang serasa ingin selalu menguasai dunia.

Wahai penguasa, pejabat dan wakil rakyat yang terhormat...

Masih banyak jutaan, puluhan juta dan mungkin ratusan juta rakyat miskin di negeri ini, mungkin mereka semua bisa kau tipu dengan suara yang bisa dikarang lidah. Tetapi hati nurani para pahlawan bangsa yang sudah berjuang dengan darah dan keringat sejak bangsa ini selalu dijajah. “Tidak bisa akan kau tipu.” Mereka sedang menangis darah bila mekihat masa depan bangs  pelan-pelan hilang oleh nafsu dan hasrat kekuasaan diatas segala-galanya.

Oh bangsa Indonesia.... Sungguh malang nasipmu mempunya pimpinan-pimpinan yang tidak layak menjadi pemimpin....

RAHMAT

Komentar

Loading...