Unduh Aplikasi

Delapan Daerah Potensi Rawan Pemilu 2019 di Aceh

Delapan Daerah Potensi Rawan Pemilu 2019 di Aceh
Foto: Net

BANDA ACEH - Sekjen Forum LSM Aceh Sudirman Hasan menyatakan daerah yang disinyalir masuk dalam kategori wilayah rawan harus segera dipetakan kembali untuk meminimalisir konflik dalam pelaksanaan pemilu.

“Selama ini ada beberapa daerah yang disinyalir masuk dalam kategori rawan dalam pelaksanaan pemilihan di Aceh diantaranya Kabupaten Aceh Utara, Aceh Timur, Bireuen, Pidie, Lhokseumawe, Banda Aceh, Aceh Tenggara dan Aceh Singkil,” kata Sudirman kepada AJNN, Jumat (21/9).

Dari delapan daerah yang digolongkan rawan ini, kata Sudirman, ada tiga daerah yaitu Aceh Utara, Aceh Timur dan Lhokseumawe yang masuk dalam kategori warning berat. Selama pelaksanaan pilkada serentak di Aceh daerah tersebut juga tidak lepas dari kategori daerah yang disinyalir rawan terjadi gesekan politik baik antar partai, kader dan simpatisan.

“Hasil riset lapangan yang kami lakukan bersama beberapa lembaga pemantau nasional dan lokal, pepotensi rawan yang paling potensial nanti untuk Pemilu 2019 adalah pada tahap kampanye, serta perhitungan dan pemungutan suara,” ungkapnya.

Menurutnya dinamika politik nasional akan sangat berpengaruh di daerah, ini tidak terlepas dari merebut suara dan pengaruh dimasyarakat, tentunya isu yang selama ini menguat seperti #gantipresiden dan sebaliknya juga akan mempengaruhi konten kampanye di daerah.

“Kemudian akan diikuti oleh isu agama, kabar bohong, pelintiran informasi dan sara. Perang #(tagar) selama ini menjadi contoh bagaimana munculnya kelompok pendukung dan penentang,” jelasnya.

Kemudian, kata Sudirman, pengaruh media sosial yang akhir-akhir ini sudah sangat tidak terkendali lagi, terutama terkait dengan penyebaran berita bohong atau hoaks serta pelintiran isu, dan itu sangat terasa di masyarakat .

“Pemilu nasional 2019 menjadi merupakan sebuah proses yang sah untuk melakukan suksesi. Oleh karena itu faktor keamanan merupakan faktor utama yang harus diperhatikan oleh partai politik sebagai kontestan,” ujarnya.

Ia menjelaskan instabilitas keamanan juga dapat dipengaruhi oleh gesekan antar pendukung partai politik dalam menyikapi sebuah kondisi sosial, sehingga tidak tertutup kemungkinan jika tidak dikelola dengan baik akan berdampak luas terhadap proses pemilu itu sendiri.

“Partai mempunyai tanggung jawab besar dalam menjaga stabilitas politik di Pemilu 2019 nanti. Ediologi partai yang berbeda harus dapat diterjemahkan secara rasional oleh kader dan simpatisan pendukung partai politik,” katanya.

Untuk itu, kata Sudirman, pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap daerah-daerah yang masuk dalam kategori rawan. Pergerakan simpatisan, kader dan isu yang diusung oleh masing-masing partai akan menjadi fokus utama.

“Berita di media sosial juga akan kami pantau, kami menginginkan pelaksanaan Pemilu Nasional 2019 yang aman dan damai di Aceh, tentunya ini harus menjadi perhatian semua pihak terutama penyelenggara. Independensi penyelenggara juga menjadi faktor penentu pemilu berjalan dengan aman,” ujarnya.

iPustakaAceh
Ucapan Selamat Pelantikan DPRA - Pemerintah Aceh

Komentar

Loading...