Unduh Aplikasi

Delapan Anggota DPRK Simeulue Bantah Terima Amplop PT Kasamaganda

Delapan Anggota DPRK Simeulue Bantah Terima Amplop PT Kasamaganda
Anggota dprk
SIMEULUE-Delapan anggota DPRK Simeulue membantah terima uang bermerek THR dari PT Kasamaganda. Bantahan itu disampaikan Abdul Razak, Selasa (20/10/2015) menyikapi pernyataan Ketua DPRK yang mengakui telah menerima amplop THR.

Wakil rakyat dari Gerindra ini mengklarifikasi beredarnya dugaan uang suap yang berasal dari PT Kasamaganda yang terkuak saat unjuk rasa kemarin. Keterangan Ketua DPRK Murniati, SE dan Wakil Ketua Rosnidar Mahlel yang mengakui adanya uang THR diperuntukkan kepada ke tiga pimpinan Rp 5 juta dan anggota masing-masing Rp 3 juta tidak semuanya menerima.

Razaq menjelaskan dari amplop yang beredar tidak semua anggota menerima. "Kami sebanyak delapan anggota dewan tidak mengetahui dan tidak menerima amplop yang disebutkan pimpinan kemarin. Dan ini harus diklarifikasi biar tidak terjadi pencemaran nama baik kepada anggota yang tidak menerima amplop," jelasnya.

Dia juga menegaskan dirinya bersama tujuh anggota dewan lainnya akan melaporkan ke lembaga hukum terkait amplop yang diterima anggota dewan lainnya.

Adapun tujuh lainnya meliputi  (Gerindra) Amsarudin (PKS) Ihya Ulumuddin, Irawan Rudiono, (Golkar) Darmili, (Partai Aceh) Ikhsan, (PBB ) Siti Salmani, (PAN) Sunardi Sihombing

"Ini harus disikapi pihak kepolisian atau kejaksaan karena pengakuan itu di depan umum. Apalagi pihak kepolisian menyaksikan dan mendengar pengakuan dari pimpinan DPRK soal beredarnya amplop yang berasal dari PT Kasamaganda," tukas Razaq.

Beredarmya amplop berisikan uang jutaan rupiah yang diterima pimpinan DPRK dan beberapa anggota dewan lainnya terjadi menjelang hari raya Idul Fitri, Juli 2015 lalu. Uang itu diberikan Aryaudin anggota DPRK dari PDI P yang kabarnya berasal dari Bupati Riswan. NS sebagai uang tunjangan hari raya (THR).

Belakangan, uang THR tadi ternyata berasal dari PT Kasamaganda sesuai keterangan Rosnidar Mahlel yang diperolehnya dari pihak PT Kasamaganda. Amplop itu diberikan perusahaan milik Sulaiman kepada Aryaudin untuk dibagikan kepada anggota DPRK.

SEPTIAN

 

Komentar

Loading...