Unduh Aplikasi

Dek Gam Minta Kejati Ambil Alih Kasus Korupsi Bimtek di Agara

Dek Gam Minta Kejati Ambil Alih Kasus Korupsi Bimtek di Agara
Anggota Komisi 3 DPR RI, Nazaruddin Dek Gam. Foto: Ist

BANDA ACEH - Anggota Komisi 3 DPR RI, Nazaruddin Dek Gam meminta Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh untuk mengambil alih penanganan kasus dugaan korupsi pada program bimbingan dan teknis (bimtek) 16 kecamatan di Kabupaten Aceh Tenggara pada anggaran dana desa tahun 2019 dengan total Rp 11 miliar lebih bersumber dari APBN.

"Kejati Aceh saya minta mengambil alih penanganan kasus itu, saya minta kasus itu diusut tuntas, apalagi anggaran merupakan dana desa," kata Nazaruddin Dek Gam, Rabu (27/5).

Dek Gam--sapaan Nazaruddin--menjelaskan kasus yang merugikan keuangan negara yang besar itu memang harus ditangani oleh Kejati Aceh agar penanganannya cepat selesai. Bahkan informasi yang diterimanya, sejumlah saksi yang dipanggil penyidik Kejari Agara tidak mau hadir.

"Ini jadi aneh, dua kali dipanggil tidak mau hadir, saksi berani tidak mau hadir, pertanyaan kemudian, siapa dibalik saksi sehingga berani tidak hadir, " ujarnya.

Baca: Kejari Agara Komit Tuntaskan Dugaan Korupsi Bimtek

Untuk itu, Kejati Aceh perlu segera mengambil alih penanganan kasus tersebut agar bisa sampai ke meja hijau. Ia malah mengkhawatirkan kalau kasus tersebut masih di daerah, maka kasus tersebut tidak akan selesai.

"Apalagi Kajari Agara akan segera berganti, yang kami takutkan kasus ini akan jalan di tempat ketika kajari diganti, makanya perlu segera diambil alih," ujarnya.

Dek Gam juga mengapreasiasi Kajari Agara, Fithrah yang sudah berkomitmen menyelesaikan kasus tersebut, walaupun sebentar lagi akan dipindah tugaskan.

"Saya akan kawal kasus ini, kalau memang tidak selesai, kasus ini akan saya laporkan ke Kejaksaan Agung," tegasnya.

Komentar

Loading...