Unduh Aplikasi

Dek Gam: Calon Kuat Kapolri Agus dan Sigit

Dek Gam: Calon Kuat Kapolri Agus dan Sigit
Anggota Komisi III DPR RI, Nazarudin Dek Gam saat bersama Kapolri Jenderal Idham Azis. Foto: IST.

BANDA ACEH - Jabatan Kapolri Jenderal Idham Azis, pria kelahiran Sulawesi Selatan pada 30 Januari 1963 tinggal menghitung hari. Melansir dari RMOL.Id, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan, nama calon Kapolri yang ada di tangan Presiden Jokowi siap diajukan ke DPR RI.

"Siapanya pasti sudah ada. Kebetulan tidak di kantong saya," kata Moeldoko dalam keterangannya di Jakarta, Senin (4/1) lalu.

Moeldoko memastikan, bahwa pergantian Kapolri sesuatu yang rutin dan prosedur serta mekanismenya juga sudah ada.

"Mekanisme jelas ada usulan, kemudian DPR akan memproses. Berikutnya nanti keputusannya seperti apa. Saya pikir sampai di situ saja," ujarnya.

Sesuai dengan prosedur, nama-nama calon Kapolri akan dikirimkan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) kepada Presiden Jokowi.

Selanjutnya, presiden akan memilih satu nama yang akan diajukan ke DPR untuk menjalani uji kepatutan dan kelayakan.

Siapa-siapa saja yang berpeluang untuk menggantikan Idham Aziz menjadi Kapolri, menurut Nazaruddin yang akrab dipanggil De Gam ada dua figur yang kuat yaitu Kabaharkam Polri Komjen Agus Andrianto dan Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo.

“Yang kuat dua, Agus sama Sigit,” kata Anggota Komisi 3 DPR RI, Nazaruddin Dek Gam, Rabu (6/1) kepada AJNN, Rabu (6/1). 

Selain itu, Dek Gam juga menilai Kepala BNPT, Komjen Pol Boy Rafli Amar juga memiliki peluang untuk menjadi Kapolri.

"Boy Amar punya peluang juga,” ungkapnya.

Saat ini Dek Gam sedang melaksanakan reses di daerah pemilihannya yaitu provinsi Aceh.

Dek Gam merupakan politisi Partai Amanat Nasional (PAN) dari Daerah Pemilihan (Dapil) I Aceh.

Saat ini, PAN mempercayakan Dek Gam duduk sebagai anggota Komisi III DPR RI. 

Ia menjelaskan bahwa setelah reses pada hari Senin (12/1), Komisi III sudah menerima nama calon Kapolri yang diajukan oleh Presiden Jokowi, yang nantinya akan dilakukan proses seleksi melalui mekanisme uji kelayakan dan kepantasan (Fit and Propert test).

“Insyaallah 12 Januari nanti kami terima surat dari presiden untuk kami uji dan teliti,” pungkas pria yang juga Presiden klub Sepakbola Persiraja Banda Aceh.

Adapun profil masing-masing calon berdasarkan penelusuran AJNN sebagai berikut:

Komjen Pol Agus Andrianto

Komjen. Pol. Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H yang lahir di Blora, Jawa Tengah, 16 Februari 1967 atau saat berumur 53 tahun adalah seorang perwira tinggi Polri yang sejak 6 Desember 2019 menjabat sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri.

Agus, lulusan Akpol 1989 ini berpengalaman dalam bidang reserse. Sebelumnya, dia menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara.

Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo

Mengutip dari Warta Ekonomi.co.id, nama Listyo Sigit Prabowo masuk ke dalam bursa pencalonan Kapolri untuk menggantikan Jenderal Idham Azis. Pria kelahiran Ambon, Maluku, 5 Mei 1969 itu merupakan perwira jebolan Akademi Kepolisian (Akpol) 1991.

Pria yang dikenal dekat dengan Presiden Joko Widodo ini sekarang tengah menjabat sebagai Kabareskrim Polri.

Kedekatan Jokowi dengan Sigit dimulai saat Jokowi masih menjadi Wali Kota Solo. Saat itu, tengah ada peristiwa bom bunuh diri yang mengguncang Solo pada September 2011 di halaman Gereja Bethel Injil Sepenuh, Kepunton. Bom itu meledak hanya berselang lima bulan setelah Sigit dilantik menjadi Kapolres Solo.

Kedekatan mereka pun diperkuat tatkala Jokowi menjadi Presiden tahun 2014 dan Sigit menjadi ajudan Jokowi hingga tahun 2016. Selama karirnya, banyak prestasi yang telah dicetak oleh Sigit.

Pria lulusan S2 Universitas Indonesia ini pernah menjabat sebagai Kapolres Pati (2009) dan Kepala Kepolisian Resor Sukoharjo (2010). Setelah itu, dia menduduki posisi Wakapoltabes Semarang, dan pernah menjadi Kapolres Solo.

Saat Jokowi maju sebagai Gubernur DKI Jakarta tahun 2012, Sigit juga ikut ke Ibu Kota dan menjabat sebagai Kasubdit II Dittipidum Bareskrim Polri. Sebelum menjadi ajudan Jokowi pada tahun 2014, Sigit sebelumnya juga ditugaskan sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulawesi Tenggara tahun 2013.

Lalu, usai menjadi ajudan Jokowi pada 5 Oktober 2016 hingga 13 Agustus 2018, ia mendapatkan promosi sebagai Kapolda Banten dan mendapatkan pangkat bintang satu.

Selanjutnya, Sigit menjadi salah satu anggota polisi yang mendapatkan promosi jabatan di lingkungan Polri untuk menjadi Kadiv Propam. Hingga pada 16 Desember 2019, Sigit resmi dilantik menjadi Kepala Bareskrim Polri usai posisi Idham Azis yang ditarik menjadi Kapolri kosong selama 35 hari.

Sebagai pejabat Bareskrim baru, jenderal bintang tiga itu mematok target kerja. Utamanya mengevaluasi reserse dan meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat.

Selama menjabat sebagai Kepala Bareskrim Polri pun telah banyak kasus yang berhasil dibongkar oleh Sigit. Adapun kasus yang paling menonjolkan citranya adalah saat ia berhasil menangkap buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih atau cessie Bank Bali, Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra di Malaysia.

Komjen Pol Boy Rafli Amar

Salah satu sosok yang disebut-sebut adalah Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar.

Melansir dari Okezone.com, nama  Boy, muncul setelah resmi diangkat menjadi Kepala BNPT lantaran mendapatkan Job jenderal bintang tiga. Dalam persaingan kursi Tri Brata 1 atau TB1 memang calonnya dari kalangan Komjen.

Pria kelahiran 25 Maret 1965 itu, merupakan alumni Akademi Kepolisian (Akpol) dengan kelulusan pada tahun 1988. Disinilah awal mula Ia menggeluti kerja sebagai aparat penegak hukum.

Selama awal karirnya, Boy sudah melalang buana ke beberapa unit di Polda, Polres, dan Polsek. Pada tahun 2007, Boy sudah bergelut di bidang terorisme, ketika itu dia pernah menjabat sebagai Kanit Negosiasi Subden Penindak Densus 88 Antiteror.

Setahun berlalu, Ia dipercaya menjadi Direskrimum Polda Maluku Utara pada tahun 2008. Setelah itu, di tahun yang sama, Boy juga dipromosi menjadi Kapolrestabes Padang.

Memasuki tahun 2009, karier Boy Rafli mengalami pergeseran, dari bidang serse menjadi kehumasan. Mengingat, segala jenis jabatan di kehumasan Polri pernah diemban oleh Boy Rafli.

Tak dipungkiri juga, nama dan sosok Boy dapat dikenal publik lantaran dia dikenal sebagai Jubir Polri yang sering muncul apabila ada kasus atau kejadian besar.

Pada 2009, Boy menjabat sebagai Kabid Humas Polda Metro Jaya. Lalu 2010, Ia menjadi Kabag Penum Divisi Humas Polri. Dua tahun berlalu, Boy akhirnya pecah bintang pertama setelah diangkat sebagai Karo Penmas Divisi Humas Polri.

Setelah berkelut di kehumasan, Boy akhirnya menjadi Kapolda Banten pada tahun 2014. Dua tahun menjabat, Boy kembali dipercayakan menjabat di bidang humas. Ia diangkat menjadi Kadiv Humas Polri, sekaligus turunnya bintang dua di pundaknya.

Hanya setahun jadi Kadiv Humas, Boy dipercayakan untuk memegang Kapolda Provinsi Papua. Selanjutnya, di tahun 2018, Ia menjadi Wakalemdiklat Polri.

Komentar

Loading...