Unduh Aplikasi

Debit Air Sungai Kisam Turun, Sawah Petani di Agara Terancam Kekeringan

Debit Air Sungai Kisam Turun, Sawah Petani di Agara Terancam Kekeringan
Petani di Agara membuat tanggul dengan goni untuk menghindari kekeringan di sawah milik mereka. Foto: AJNN/Riki Okta

ACEH TENGGARA - Puluhan hektare sawah petani di Kecamatan Bambel terancam kekeringan karena debit air Sungai Kisan terus menurun

Pantauan AJNN, Minggu (21/2), di bendungan yang terletak di Desa Biak Muli Pante Raja, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara, terlihat puluhan petani membuat tanggul penahan air dari goni sebagai antisipasi debit air Sungai Kisam yang terus menurun saat kemarau ini.

Salah satu petani, Kasli, mengatakan aasan membuat tanggul agar agar sawah mereka tetap dialiri air. Menurutnya bila tidak membuat tanggul goni di aliran sungai itu, sawah mereka terancam kekeringan.

Bahkan, ia juga menyebutkan ada beberapa sawah petani sudah kering karena debit air tidak lagi sampai untuk mengaliri.

"Sebagian sawah sudah ada yang kering karena air tidak cukup air yang mengaliri," kata Kasli.

Sementara itu, Sehab, petani lainnya juga mengatakan hal yang sama. Dimana ia juga mengalami kesulitan akibat kemarau yang melanda, sehingga mengakibatkan debit air Sungai Kisam menurun.

"Tanggul ini harus kami buat karena kalau tidak sawah kami akan kering dan tanaman padi kami terancam gagal panen", katanya

Diketahui puluhan petani yang membuat tanggul itu berasal dari desa di Kecamatan Bambel yakni, Desa Terutung Payung, Desa Tembilakh, Desa Pedesi dan Desa Kute seri. Dimana lahan persawahan dari desa tersebut berkisar puluhan hektare.

|RIKI OKTA

Komentar

Loading...