Unduh Aplikasi

Daun Kratom Jadi Sumber Pendapatan Baru Warga Aceh Jaya

Daun Kratom Jadi Sumber Pendapatan Baru Warga Aceh Jaya
Paino sedang mengeringkan daun biak didepan rumahnya. Foto: AJNN.Net/Suar

ACEH JAYA - Daun kratom (on bik dalam bahasa Aceh) yang tumbuh liar di rawa-rawa dan mudah didapati di pedalaman Aceh Jaya kini menjadi sumber pendapatan baru bagi sebagian masyarakat setempat.

Belakangan ini tanaman berjulukan mitragyna speciosa itu menjadi incaran warga Aceh Jaya lantaran memiliki nilai ekonomis dan berkhasiat untuk mengobati berbagai jenis penyakit.

Paino (32) warga Dusun Kuala Meurisi, Desa Keutapang, Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya mengungkapkan daun kratom alias daun biak saat ini sudah menjadi pendapatan baru bagi sebagian warga Aceh Jaya, pasalnya selain mudah didapat juga mudah dijual.

"Saat ini harga daun biak yang baru dipetik Rp 2.500 hingga 3 ribu per kilogram, kalau sudah kering harganya mencapai Rp 13 ribu per kilogram," ujar Paino kepada AJNN.

Ia menambahkan, harga daun kratom saat ini masih pasang surut di pasaran. Pada tahun 2013 dulu, daun biak yang sudah diayak mencapi Rp 15 ribu per kilogram, tahun 2014 hingga 2016 tak ada yang beli lagi, kemudian pada tahun 2017 sampai sekarang daun biak kembali dicari agen.

“Saat ini puluhan kepala keluarga sudah mulai menggantungkan sumber pendapatan baru rumah tangga mereka dengan mencari daun kratom, dan rata-rata perhari kami bisa mengumpulkan uang Rp 200 ribu perhari dengan menjual daun kratom ini ke agen,” ungkap Paino.

Selain itu, katanya, daun kratom ini juga berfungsi sebagai obat herbal yang bisa menyumbuhkan berbagai jenis yang konon disebut bisa menyumbuhkan penyakit non medis.

"Rasanya memang agak pahit, namun dengan mengkonsumsi daun ini dapat menyembuhkan penyakit dalam," terang Paino.

Menurutnya, daun kratom itu memiliki nama berbeda di setiap daerah, jika di Kalimantan Barat daun biak disebut dengan daun katum dan di beberapa daerah lainnya ada yang menyebut daun keruing rawa sementara di Aceh disebut daun bik.

Sementara itu, Sulaiman (30) warga Desa Ligan Kecamatan Sampoiniet, Aceh Jaya mengaku sangat mudah untuk mendapati daun biak, apalagi jika warga tinggal di pedalaman.

Pasalnya, selain pohonya tumbuh sendiri juga banyak masyarakatyang kerap menggunakan batang atau pohonnya sebagai pagar rumah dan ada juga sebagai bahan kontruksi rumah.

"Biasanya setiap pohon hanya dapat menghasilkan daun sekitar 10 hingga 20 kilogram, tergantung besar kecil juga pohonnya," ujarnya.

"Kami berharap daun biak ini terus laku dijual dengan harga yang sesuai," pungkasnya.

Komentar

Loading...