Unduh Aplikasi

Datangi Pelabuhan Calang, PT Tuah Akfi Utama Minta Tunda Bongkar Muat Tiang Pancang

Datangi Pelabuhan Calang, PT Tuah Akfi Utama Minta Tunda Bongkar Muat Tiang Pancang
Perwakilan PT. Tuah Akfi Utama sedang berdiskusi dengan Kapolres Aceh Jaya yang didampingi Dandim Aceh Jaya. Foto: AJNN/Suar

ACEH JAYA - Sejumlah orang yang mengaku dari perwakilan PT. Tuah Akfi Utama mendatangi pelabuhan Calang yang beralamat di Gampong Bahagia, Kecamatan Krueng Sabee, Kamis (23/1) malam.

Kedatangan perwakilan PT. Tuah Akfi Utama dari Meulaboh Aceh Barat yang didampingi sejumlah warga Aceh Jaya itu diduga hendak menghentikan aktivitas bongkar muat tiang pancang PLTU 3-4 di Suak Puntung Kabupaten Nagan Raya untuk ditunda sementara waktu.

Pasalnya, dari pengakuan mereka, jika pihak pemenang tender dalam hal ini pimpinan PT IOT sebagai pemenang tender proyek PLTU 3-4 di Suak Puntung Nagan Raya sudah mengingkari perjanjian sesuai MoU dengan pihak PT. Tuah Akfi Utama untuk pekerjaan bongkar muat tiang pancang di Pelabuhan Calang.

"Kedatangan kami kesini untuk mencari keberadaan Herianto atau Herman dari PT IOT, karena mereka sudah mengingkari janjinya," kata Mansya, perwakilan PT. Tuah Akfi Utama dihadapan Kapolres Aceh Jaya yang disaksikan sejumlah awak media di kios dekat pintu masuk Pelabuhan Calang.

Baca: Wartawan di Aceh Barat Diancam dengan Senjata Api

Selain itu, Mansyah juga meminta proses bongkar muat tiang pancang di pelabuhan Calang untuk ditunda sementara karena pihaknya, dalam hal ini PT Tuah Akfi Utama yang sekaligus pengurus Fortil (Forum Tiga Wilayah) belum mendapatkan respon dari pihak PT IOT terkait proses pemenang bongkar tiang pancang.

"Biar sama-sama enak, kami meminta kalau bisa proses bongkar muat tiang pancang ditunda dulu sebelum kami bisa ketemu dengan bos PT IOT," pinta Mansyah.

Pasalnya, kata Mansyah, pihaknya selama ini sudah mengupayakan untuk menjumpai pihak PT IOT dan mendatangi kantornya yang berada di Meulaboh untuk meminta kejelasan, namum belum ada kejelasan hingga saat ini

"Kami sudah datang ke kantornya, tapi tidak ada orang, dan sudah kami kirim juga suratisomasi serta sudah beberapa kali kami hubungan namun hingga saat ini belum ada kabar apapun," ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Aceh Jaya, AKBP Eko Purwanto yang didampingi Dandim 0114/Aceh Jaya, Letkol Czi Arief Hidayat mengatakan untuk proses pembongkaran tiang pancang di Pelabuhan Calang tidak boleh dihambat apalagi dihentikan oleh siapapun.

Menurutnya proyek pekerjaan tersebut merupakan proyek nasional (negara), jadi siapapun dan dari pihak manapun tidak boleh menghalagi pekerjaan tersebut apalagi menghentikannya.

"Jadi kalau ada pihak yang merasa dirugikan silahkan melaporkan ke penegak hukum untuk proses hukum, biar hukum yang memutuskan siapa pemenang atau pihak mana yang dirugikan," ungkap AKBP Eko Purwanto.

Baca: Jadi Tersangka Pengancaman Wartawan, Akrim Tidak Ditahan

Menurut AKBP Eko, jika persoalan pihak PT Tuah Akfi Utama merasa dirugikan oleh pihak PT.IOT itu di luar ranahnya, pihaknya disini ditugaskan dan diminta untuk mengamankan proyek nasional ini, jadi jika ada yang menghambatnya itu sudah masuk ranahnya.

"Harus dipilah-pilah mas, tempuh jalur hukum jika merasa ada dirugikan, buka malah menghentikan pekerjaan ini, tidak bisa seperti itu," tegas AKBP Eko.

"Toh nanti jika pihak sampean menang setelah proses hukum pasti akan ada ganti ruginya," tambahnya.

Hal yang sama juga disampaikan Dandim 0114 Aceh Jaya, Letkol Czi Arief Hidayat bahwa kalau ada pihak yang tidak senang laporkan ke pengadilan dengan data yang lengkap sehingga tidak ada yang merasa dirugikan.

"Kita kan negara hukum, silahkan laporkan ke pengadilan tentang hal tersebut, biarkan pengadilan yang memutuskan," kata Letkol Czi Arief Hidayat.

Pantauan AJNN di lokasi, perwakilan PT Tuah Akfi Utama yang didampingi sejumlah warga Aceh Jaya tiba di lokasi sekitar pukul 23.30 WIB, namun kurang lebih satu jam diarahkan (diskusi) bersama Kapolres Aceh Jaya yang didampingi Dandim 0114/Aceh Jaya mereka bersedia balik badan kembali ke Meulaboh.

Komentar

Loading...