Unduh Aplikasi

Datang Sendiri, Kabur Sendiri

Datang Sendiri, Kabur Sendiri
Ilustrasi: city school

TUNTAS sudah tugas Aceh mengurusi 76 imigran asal Rohingya. Kini, tak seorangpun lagi tersisa di Sanggar Penampungan Belajar Cot Gapu. Mereka adalah imigran yang terdampar di perairan Bireuen dan ditampung di sanggar itu.

Dua imigran Rohingya yang tersisa itu kabur pada 22 Mei 2019. Beberapa waktu lalu, mereka ditempatkan di Panti Jompo Dinas Sosial Bireuen. Yang lain kabur sedikit demi sedikit. Dan kini, jejaknya tak lagi terendus.

Urusan ini memang rumit. Apalagi, pemerintah selalu mengeluhkan tentang kekurangan uang. Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Lhokseumawe, Syafrizal, mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) terkait penanganan lanjutan imigran itu.

Memang seharusnya urusan ini tidak seharusnya diserahkan bulat-bulat kepada pemerintah, terutama pemerintah daerah. Negara-negara di Asia Tenggara harusnya berperan dalam menangani jumlah pengungsian yang mencapai ribuan orang itu.

Aceh sendiri, melalui partisipasi warga, menerima para pengungsi dengan tangan terbuka. Saat pemerintah pusat menolak kehadiran manusia perahu itu, warga Aceh menyambut mereka dengan sangat baik. Mereka mendapatkan bantuan kesehatan, makanan, dan perlindungan, yang mereka butuhkan.

Ada banyak solusi yang bisa diambil pemerintah pusat untuk membantu meringankan beban korban genosida itu. Salah satunya adalah dengan menempatkan mereka di pulau tertentu yang dilengkapi dengan fasilitas yang mereka butuhkan.

Pemerintah tak perlu ragu menyikapi hal ini. Pemerintah harus berpegang pada prinsip-prinsip internasional dalam penanganan pengungsi dan pencari suaka. Jangan sampai masyarakat dan para pengungsi dibuat bingung dengan sikap mendua pemerintah: di satu sisi menyatakan menerima, namun di sisi lain membiarkan pengungsi kabur dan lepas tangan.

Aceh UMKM Expo 2019
Ucapan Selamat Pelantikan DPRA - Aceh Barat
iPustakaAceh

Komentar

Loading...