Unduh Aplikasi

Data Tidak Aktif Penduduk di Aceh Jaya Capai 1.904 Orang

Data Tidak Aktif Penduduk di Aceh Jaya Capai 1.904 Orang
Kadis Disdukcapil, Saloma, bersama Kabid Dafduk, Mashuri, sedang mensinkronisasi data penduduk non aktif di Aula Kantor Camat Jaya. Foto: For AJNN

ACEH JAYA - Berdasarkan data per 30 Agustus 2020, ditemukan data penduduk tidak aktif sebanyak 1.904 orang dari 95.222 total data penduduk Aceh Jaya. Sementara data bersih penduduk Aceh Jaya sebanyak 92.474 orang.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Aceh Jaya, Saloma mengatakan jika pihaknya saat ini memang sedang melakukan proses sinkronisasi data yang tidak aktif sebanyak 1.904 yang tersebar di sembilan Kecamatan dalam Kabupaten Aceh Jaya.

"Dari kemarin kami sudah mulai turun ke lapangan untuk mengecek kembali atau sinkron data penduduk yang tidak aktif," kata Saloma kepada AJNN yang didampingi Kabid Dafduk, Mashuri, Kamis (17/9).

Namun, lanjutnya, mulai hari ini pihaknya sudah pending dulu untuk sementara waktu, mengingat pendemi Covid-19 sedang meningkat di Aceh Jaya dalam beberapa hari ini.

"Saat ini sudah lima kecamatan yang sinkronkan data, ada sisa empat kecamatan lagi kami tunda dulu untuk sementara, yaitu Kecamatan Krueng Sabee, Panga, Darul Hikmah dan Kecamatan Indra Jaya," jelas Saloma.

Katanya, dari total data penduduk Aceh Jaya sebanyak 95.222, diantaranya juga masih terdapat data ganda, meninggal, anomali, pindah penduduk dan juga masih terdapat data duplikat duplikat.

"Dari total data penduduk Aceh Jaya 95.222, sebanyak 92.474 data penduduk yang bersih, dan sebanyak 1.904 data tidak aktif yang di dalamnya termasuk penduduk yang belum merekam KTP-elektronik," ungkapnya.

Sambungnya, adapun data yang termasuk ke dalam data tidak aktif yakni penduduk Aceh Jaya yang sudah berumur di atas 23 tahun, namun belum melakukan perekaman KTP-elektronik.

Namun demikian, tidak semua data non aktif belum melakukan perekaman KTP-Elektronik, kemungkinan sudah melakukan perekaman KTP-Elektronik dan yang bersangkutan mempunyai NIK lain.

"Jadi selama ini kami turun langsung ke lapangan dalam rangka pembersihan data non aktif, dengan tujuan supaya penduduk Aceh Jaya bertambah dan mengurangi data yang tidak valid," tutur Saloma.

Sementara itu, pihaknya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Aceh Jaya untuk tidak mempercayai calo dalam pengurusan data kependudukan.

Pasalnya, semua pengurusan data penduduk di Disdukcapil Aceh Jaya itu tidak dipungut biaya, dan hanya memakan waktu lebih kurang lima menit per dokumen jika tidak ada gangguan jaringan.

"Semua pengurusan di Disdukcapil itu tidak dipungut biaya, jadi jangan percaya calo. Belum lagi untuk mengurusnya hanya memakan waktu lebih kurang lima menit dari tahap pendaftaran jika tidak ada gangguan jaringan," pungkas Saloma.

Komentar

Loading...