Unduh Aplikasi

Data Kemenkes: Laki-laki Usia Produktif Dominasi Kasus Corona

Data Kemenkes: Laki-laki Usia Produktif Dominasi Kasus Corona
Petugas medis dengan APD lengkap mengambil spesimen untuk diperiksa risiko terinfeksi virus corona, Depok, 8 April 2020. (ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)

JAKARTA - Kementerian Kesehatan mencatat laki-laki lebih banyak terinfeksi positif virus corona (Covid-19) jika dibandingkan dengan perempuan di Indonesia sejak kasus pertama diumumkan pada 2 Maret lalu.

Berdasarkan Data Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Ditjen P2P Kemenkes), hingga 23 April 2020 persentase jumlah laki-laki terjangkit virus corona mencapai 59,1 persen, sedangkan perempuan hanya 40,9 persen dari keseluruhan jumlah pasien positif Covid-19.

"Per 23 April 2020 mencatat jumlah laki-laki positif virus Corona sebanyak 3.966 orang, sedangkan 2.489 perempuan," kata Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Agus Wibowo melalui keterangan resmi merujuk pada data Ditjen P2P, Minggu (26/4).

Dalam pencatatan itu, Ditjen P2P Kemenkes pun membagi pengelompokan empat rentang usia untuk melihat jangkitan virus tersebut terhadap laki-laki dan juga perempuan.

Agus mengatakan berdasarkan kelompok umur  18-65 tahun, jumlah laki-laki positif Covid-19 pada kelompok usia itu berjumlah 3.405 orang, sementara perempuan 2.352 orang.

Sedangkan, untuk kelompok usia di atas 65 tahun, jumlah laki-laki yang terjangkit adalah 440 orang dan perempuan 291 orang.

Lebih banyaknya jumlah pasien laki-laki terjangkit Covid-19 pun berbanding lurus dengan angka kesembuhan pada kelompok itu. Per data tersebut diolah untuk disajikan yakni pada 23 April, Pasien laki-laki yang dinyatakan sembuh sejumlah 518 orang dan pasien perempuan yang sembuh sebanyak 366 orang.

Jumlah korban meninggal pun didominasi laki-laki yang berjumlah 394 orang atau 69,1 persen, sementara perempuan hanya 176 orang atau 30,9 persen.

"Kelompok laki-laki sembuh pada kelompok umur 18-65 tahun berjumlah 459 orang, sedangkan perempuan 321," kata Agus.

"Dilihat dari rentang umur, kelompok umur 18 - 65 tahun sama-sama tinggi. Pasien laki-laki yang meninggal pada kelompok ini berjumlah 285 orang, sedangkan perempuan 122," lanjut dia.

Secara keseluruhan, jumlah pasien terpapar Covid-19 pada rentan usia 18-65 tahun atau produktif pun terlampau tinggi dan mendominasi. Jumlahnya mencapai 5.757 kasus, sementara pada kelompok usia 0-4 tahun hanya 51 kasus, kelompok 5-17 tahun hanya 175 kasus, dan kelompok usia di atas 65 tahun hanya 731 tahun.

Menurut Agus, hal tersebut menunjukkan kelompok produktif atau pada rentan usia 18-65 tahun diduga karena mobilitas yang tinggi di tengah masyarakat.

"Tidak hanya produktif, kelompok tersebut juga memiliki mobilisasi tinggi di masyarakat. Mobilitas ini dapat dihubungkan dengan faktor sosial-ekonomi," kata dia.

Agus juga menyinggung soal mobilitas yang mengaitkan dengan tingginya terinfeksi corona itu dengan penularan terhadap anggota keluarga di rumah. Apalagi, kata dia, kini ada kategori infeksi Covid-19 dengan status Orang Tanpa Gejala (OTG).

"Meskipun PSBB diterapkan, potensi orang tanpa gejala atau OTG dapat berpotensi menularkan virus kepada anggota keluarga lain yang sudah menerapkan beraktivitas di rumah," jelas dia.

Sebelumnya, per 26 April petang, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Corona, Achmad Yurianto menyatakan kasus positif di Indonesia kini mencapai 8.882 orang, di mana 743 di antaranya meninggal dan 1.107 sembuh.

Sehari sebelumnya, jumlah pasien positif pada Sabtu (25/4) mencapai 8.607 orang. Dari jumlah itu pasien yang meninggal sebanyak 720 orang, sementara 1.042 orang dinyatakan sembuh.

Komentar

Loading...