Unduh Aplikasi

Darwati dan Ikan di Meja Makan

Darwati dan Ikan di Meja Makan
ilustrasi

DARWATI Abdul Gani dikukuhkan menjadi Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Aceh. Penunjukan isteri Irwandi Yusuf, Gubernur Aceh, ini sangat tepat dan diharapkan dapat memberikan perubahan yang berarti dalam perang melawan kanker di Aceh.

Data 2014 menunjukkan bahwa setiap hari terdapat 40 penderita kanker yang berobat Rumah Sakit Zainoel Abidin, di Banda Aceh. Artinya ada 1.000 lebih penderita kanker yang berobat setiap tahunnya di rumah sakit terbesar di Aceh itu. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan kanker menjadi salah satu penyakit penyebab utama kematian utama di dunia setelah penyakit jantung dan infeksi.

Kanker diklaim menyebabkan 12,6 persen kematian di dunia. Sebanyak 50 hingga 70 persen penderita kanker diderita oleh masyarakat di negara berkembang. Risiko tersebut terjadi akibat perilaku hidup dan perubahan lingkungan. Di Aceh sendiri, banyak para penderita kanker yang terlambat terdeteksi. Akibatnya, saat dideteksi penyakit mereka masuk dalam kategori stadium lanjut.

Namun sebelum berbicara tentang penderita kanker di Aceh, Darwati, sebagai ketua yayasan, harus mampu mendorong riset dan penelitian lebih lanjut tentang kanker. Salah satunya adalah di sejumlah daerah tambang. Seperti di Aceh Barat, Aceh Selatan, Pidie, Aceh Utara, Aceh Timur, Gayo Lues, dan Nagan Raya.

Di daerah-daerah ini, terdapat pertambangan emas tradisional dan berskala besar. Sebagian senyawa mercuri yang dilepas ke sungai-sungai dan lautan. Zat dalam senyawa itu dengan cepat dapat mengendap di dalam tubuh ikan dan tumbuhan. Bahkan kadar mercuri dalam ikan dapat mencapai 100 ribu kali dari kadar air di sekitarnya.

Dalam sebuah penelitian di tepian Sungai Tapaj, di Amazon, terungkap bahwa penduduk di daerah ini terpapar air raksa meski tidak bersentuhan langsung dengan pertambangan emas. Mereka terpapar dari ikan yang mereka konsumsi setiap hari. 

Berkaca dari hasil penelitian ini, tak salah jika Darwati memulai langkahnya sebagai ketua yayasan ini dengan penelitian komprehensif terkait kualitas lingkungan di Aceh, terutama terkait pencemaran di sekitar kawasan tambang.

Apalagi, tingkat konsumsi ikan di Aceh cukup tinggi, baik ikan air tawar, maupun ikan laut. Dengan demikian, upaya Darwati menanggulangi kanker tidak sekadar mengusap kulit luar permasalahan.

Kanker terbukti merenggut banyak nyawa dan harapan dalam masyarakat Aceh. Ini bukan sekadar masalah pola hidup sehat. Ini juga menyangkut tentang kualitas lingkungan. Selama ini, pasien kanker hanya dianggap sebagai komoditas. Yang tak dilakukan selama ini adalah mencegah akar masalahnya.

Komentar

Loading...