Unduh Aplikasi

Darurat Pornografi

Darurat Pornografi
Ilustrasi.
HASIL penelitian yang menyebutkan hampir semua anak Indonesia mengakses gambar porno tidaklah mengherankan. Sebagai sebuah negara yang berdaulat, Indonesia hampir-hampir tak memiliki filter yang kuat dalam menghentikan penyebaran film porno dan gambar-gambar porno.
Di warung-warung internet, anak-anak sekolah dasar dengan mudah mengakses game yang menampilkan gambar tokoh jagoan perempuan dengan pose menantang. Hampir telanjang dengan senjata api kelas berat di tangan. Darah dan seks menjadi santapan mata.

Di laman facebook, dan jejaring sosial lain, ribuan bahkan jutaan iklan menampilkan sosok perempuan yang hampir sama. Entah itu nyata, atau sekadar gambar animasi. Obat-obat pembesar alat kelamin juga dipajang tanpa sensor. Semua bebas diakses.

Negara, sekali lagi, menunjukkan ketidakhadiran mereka di tengah-tengah masyarakat. Bahkan di Aceh, hal-hal yang seharusnya berlaku lebih ketat, malah seperti tak tersentuh. Pemerintah lebih senang mengurus diri sendiri, ketimbang memikirkan nasib anak-anak Aceh yang semakin lama semakin jauh dari nilai-nilai budaya dan identitas Aceh.

Sebenarnya pemerintah dapat saja memutus akses ke situs-situs yang menampilkan gambar-gambar vulgar penuh kekerasan dan simbol-simbol seks. Ini bukan pengekangan. Negara memiliki kewajiban untuk menentukan informasi yang akan diterima masyarakat, karena selama ini, konten pornografi begitu bebasnya sampai ketangan-tangan anak-anak Aceh tanpa kontrol, sensor dan pengawasan, dimanfaatkan layaknya informasi yang lazim dan legal, yang sejatinya merusak mental masyarakat.

Kecanduan pornografi tidak hanya menyebabkan anak-anak Aceh bakal terjerumus dalam perilaku tak bermoral. Jauh lebih parah dari itu, generasi muda Aceh akan kehilangan rasa kritis dan kepekaan sosial. Pikiran mereka lebih tertarik kepada apa yang ada di balik pakaian lawan jenis ketimbang memikirkan masa depan mereka sendiri.

Kondisi ini juga diperburuk dengan semakin maraknya peredaran narkoba di Aceh. Saat pornografi dan narkoba bertemu, hampir dapat dipastikan Aceh tak akan memiliki masa depan. Karena dua hal ini, sendirian atau bersama-sama, hanya akan membawa malapetaka lebih besar di Aceh.

Komisi perlindungan anak, dinas sosial, dinas perhubungan, dan instansi terkait lainnya, harus segera duduk dan membahas cara efektif menghentikan penyebaran konten pornografi yang terlalu mudah diakses ini. Ini adalah bahaya laten yang harus kita berantas bersama-sama.

Komentar

Loading...