Unduh Aplikasi

SIDANG PARIPURNA USUL HAK ANGKET

Dari Mosi Tak Percaya hingga Sebut Sejumlah Anggota DPRA Disiram Pundi-pundi

Dari Mosi Tak Percaya hingga Sebut Sejumlah Anggota DPRA Disiram Pundi-pundi
Sidang paripurna usul hak angket DPRA. Foto: AJNN/Mulyana Syahriyal

BANDA ACEH - Rapat Paripurna Usul Hak Angket DPRA terhadap Nova Iriansyah, Selasa (27/10) berlangsung panas. Pasalnya sejumlah anggota DPRA yang hadir menyampaikan intrupsi terkait usul hak angket itu.

Pasalnya paripurna usul hak angket itu hanya dihadiri 56 anggota. Artinya tidak qourum seperti yang diatur dalam tata tertib (tatib) DPRA. Akibatnya sidang tersebut terpaksa ditunda selama 30 menit untuk rapat dalam mengambil keputusan selanjutnya.

Setelah menunda rapat 30 menit, rapat yang dipimpin Ketua DPRA, Dahlan Jamaluddin bersama Wakil Ketua, Safaruddin menyampaikan bahwa rapat akan dibawa ke Badan Musyarawah untuk selanjutnya diambil keputusan.

Tak terima usulan itu, Anggota DPRA, Tarmizi SP berang dengan sikap yang diambil itu. Ia bahkan mengancam akan mengajuk mosi tak percaya kepada Ketua DPRA agar diganti apabila ada rencana untuk menggalkan usul hak angket itu.

"Jangan coba-coba gagalkan usul hak angket ini, kami sepakat bersama anggota lain akan mengajukan mosi tak percaya kepada ketua dan wakil agar diganti apabila ada rencana untuk menggalkan hak angket ini di banmus," tegas Tarmizi SP.

Ia mengungkapkan terkait dengan aturan 3/4 anggota DPRD sudah pernah digugat ke Mahkamah Konstitusi. Dimana Pasal 184 Undang-undang Nomor 27 Tahun 2009 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD perihal kuorum dicabut karena bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945.

"Kita sepakat dibawa ke banmus untuk dipelajari apa memungkinkan ditingkatkan menjadi hak menyatakan pendapat karena sesuai keputusan MK tidak perlu lagi kuorum 3/4 karena sudah digugat sekarang menjadi 2/3," ungkapnya.

"Menghapus pasal 184 ayat 4 karena salah dan mengembalikan ke syarat yang tertuang dalam UUD 1945 ayat 7B, itu jelas disampaikan Mahfud ketika memimpin MK dulu," ujar Tarmizi.

Sehingga, kata Tarmizi, pimpinan perlu melakukan penelusuran terkait putusan MK tersebut, artinya dengan jumlah anggota DPRA yang hadir, sudah bisa dilanjutkan dengan hak angket, tidak perlu berpacu pada aturan 3/4 itu.

Baca: Usul Hak Angket DPRA Kembali Dibawa ke Badan Musyawarah

"Hari ini kita semua yang hadir dalam forum ini sudah bisa memakzulkan Plt Gubernur Aceh," tegasnya.

Lain lagi yang disampaikan oleh Irfanusir. Ia bahkan menyebut menerima informasi kalau anggota DPRA yang tidak hadir sudah disiram pundi-pundi. Pasalnya, kata Irfanusir, sebelumnya mereka yang tidak hadir dalam rapat hari ini sudah menyatakan hadir tadi malam, walaupun mereka tidak teken hak angket. Namun, informasi yang diterima, subuh tadi tiba-tiba semua sudah berubah

"Akan tetapi, subuh tadi semuanya berubah. Bahkan menurut informasi yang kami dapat, mereka menggadaikan harga dirinya selaku anggota DPRA untuk tidak berhadir dalam ruangan ini," ungkapnya.

Untuk itu, ia menyarankan kepolisian maupun pihak kemananan yang berhadir dalam forum itu untuk mengecek kebenaran informasi tersebut bahwa ada dari mereka yang sudah disiram pundi-pundi. 

Irfanusir yang juga Juru Bicara Hak Interpelasi dan Hak Angket tersebut sangat kecewa kalau diputuskan dibawa ke Badan Musyawarah (Banmus). 

"Saya kecewa sidang paripurna ditunda atau dibawa ke banmus," ujarnya. 

Menurutnya masyarakat Aceh harus paham dan tahu yang dipertontonkan eksekutif adalah kelaziman, mulai penggunaan anggaran dan lain-lain. Jangan hanya gara-gara 20 orang tidak hadir kemudian dibawa ke banmus. 

"Dari 81 angggota DPRA, 56 orang hadir hari ini. Sekarang silahkan bangun yang sepakat hak angket ini dilanjutkan. Yang tidak bangun silahkan keluar," tegasnya. 

Dahlan tak menggubris apa yang disampaikan oleh para anggota DPRA. Ia tetap bersukukuh dan mengambil keputusan agar usul hak angket dibawa ke Banmus untuk dibahas keputusan selanjutnya.

Akhirnya, sidang yang berakhir menjelang mangrib itu, diambil keputusan kalau usul hak angket dibawa ke banmus.

Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...